Gubernur Khofifah: TKA Bukan Sekadar Angka, Siswa Diminta Kenali Potensi Diri
Malang - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan siswa bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 bukan sekadar penilaian angka, melainkan bagian dari proses belajar untuk mengenali potensi diri dan mempersiapkan masa depan. Pesan tersebut disampaikan saat meninjau pelaksanaan TKA di SMK Negeri 8 Malang, Senin, 26 Oktober 2026.
Khofifah juga menyapa siswa SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur secara daring. Ia meminta para peserta mengikuti ujian dengan tenang, percaya diri, serta menjunjung tinggi kejujuran.
“TKA bukan sekadar penilaian angka, melainkan bagian dari proses belajar untuk mengenali potensi dan mempersiapkan masa depan atau academic achievement. Kerjakan dengan fokus, berikan kemampuan terbaik, dan jangan lupa memohon doa restu orang tua,” ujar Khofifah.
TKA Diikuti 438.126 Siswa di Jawa Timur
Pelaksanaan TKA 2026 di Jawa Timur berlangsung pada 26–29 Oktober 2026 dan diikuti 438.126 siswa SMA, SMK, dan SLB.
Di SMK Negeri 8 Malang, sebanyak 391 peserta mengikuti ujian dari empat kompetensi keahlian, yakni Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Rekayasa Perangkat Lunak, dan Teknik Komputer Jaringan.
Selain memberikan motivasi kepada siswa, Khofifah menekankan pentingnya kesiapan sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran ujian. Ia meminta keamanan jaringan listrik dipastikan, genset disiapkan untuk mengantisipasi pemadaman, serta konektivitas internet berjalan lancar dan aman.
Ia juga mengingatkan peserta agar berkonsentrasi penuh, mengerjakan soal dengan tenang, dan memberikan perhatian yang seimbang pada setiap mata pelajaran.
Kepala SMK Negeri 8 Malang, Suryanto, mengapresiasi kehadiran Khofifah yang memantau pelaksanaan ujian sekaligus memberikan semangat kepada para siswa.
“Alhamdulillah, suatu kehormatan Ibu Gubernur bersedia hadir untuk memantau anak-anak, memberikan semangat, serta memberikan doa. Mudah-mudahan TKA tahun 2026 ini berjalan dengan sebaik-baiknya dan memberikan hasil yang terbaik,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga membagikan tumbler kepada siswa sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan gaya hidup ramah lingkungan di sekolah.
Lulusan SMK Jatim Tembus 4.915 Orang dalam Program Luar Negeri
Dalam kesempatan yang sama, capaian lulusan pendidikan vokasi Jawa Timur juga disoroti. Berdasarkan data per Mei 2026, sebanyak 4.915 lulusan SMK Jawa Timur telah mengikuti program magang atau bekerja di luar negeri.
Jumlah tersebut melampaui angka 3.600 lulusan dari wilayah Indonesia di luar Jawa Timur yang tercatat dalam data tersebut.
Capaian itu menunjukkan potensi lulusan vokasi Jawa Timur dalam mengakses peluang internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong penguatan kualitas pendidikan dan kompetensi siswa agar mereka mampu menghadapi tantangan dunia kerja serta meraih kesempatan yang lebih luas pada masa mendatang. (*)
Komentar