SAPAJATIM
NEWS

Pemkot Blitar Buka Pelatihan Kerja untuk 177 Peserta, Ada Delapan Pilihan Kompetensi

sapajatim · 22 Oktober 2026 11:58 WIB
Pemkot Blitar Buka Pelatihan Kerja untuk 177 Peserta, Ada Delapan Pilihan Kompetensi
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin membuka pelatihan berbasis kompetensi bagi 177 pencari kerja melalui program DBHCHT 2026 (Dok. Pemkot Blitar)

Kota Blitar - Pemerintah Kota Blitar membuka pelatihan berbasis kompetensi bagi 177 pencari kerja melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2026. Program yang digelar Dinas Koperasi, UKM, dan Naker ini mencakup delapan bidang keterampilan, mulai dari servis motor hingga pemasaran digital.

Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Naker Tri Iman Prasetyono, di Balai Kota Kusumo Wicitro, Selasa 20 Oktober 2026.

Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin mengatakan, pelatihan ini dapat memberikan perspektif baru bagi peserta, terutama kalangan anak muda, mengenai dunia kerja. Selain menambah keterampilan, program tersebut diharapkan membuka peluang bagi pencari kerja untuk mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.

“Pelatihan ini adalah sarana teman-teman untuk mendapatkan ilmu, didik menjadi tenaga yang terampil. Tentunya ini bisa menjadi bekal bahwa memasuki dunia kerja itu memang harus banyak skill yang harus diasah, dilatih, dan dipunyai oleh seseorang,” kata Mas Ibin.

Ia juga memotivasi peserta agar menghargai waktu dan memahami bahwa kesuksesan membutuhkan proses. Menurutnya, anak muda perlu membangun kebiasaan belajar dan mengasah kemampuan, bukan hanya mengharapkan hasil secara instan.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Naker Tri Iman Prasetyono menjelaskan, sebanyak 177 peserta yang mengikuti pelatihan telah melalui seleksi wawancara. Jumlah tersebut berasal dari total 325 orang yang mendaftar.

Pelatihan ini mencakup delapan jenis kompetensi, yakni servis motor sistem injeksi, servis, pengelasan, coffee roasting, bahasa Inggris, barber atau pangkas rambut, digital marketing, serta mengemudi dasar.

Tujuh jenis pelatihan masing-masing diikuti 16 peserta. Sementara itu, pelatihan mengemudi dasar menjadi bidang yang paling diminati dengan jumlah peserta mencapai 65 orang.

“Setelah pembukaan ini nanti mungkin minggu depan pelatihan bisa dimulai. Tapi pelatihan tidak langsung bersamaan, meskipun LPKnya ada 8. Pelatihan diperkirakan selesai bulan depan,” ungkap Tri Iman.

Pelaksanaan pelatihan melibatkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah diakui kompetensinya dan memiliki kerja sama dengan dunia usaha serta industri. Skema ini diharapkan membantu peserta memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Peserta yang dinyatakan lulus setelah menyelesaikan pelatihan akan mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sertifikat tersebut menjadi bukti kompetensi yang dapat digunakan untuk mendukung kesiapan peserta memasuki dunia kerja.

Pewarta: Jauhari Mustofa
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS