Mahasiswa Unair Surabaya Periksa Kualitas Air Tambak dan Benur untuk Dukung Budidaya Udang
Sidoarjo - Dua mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Lathifah Nuril B dan Fahni Merynovia, menjalani magang di laboratorium analisis kualitas air milik PT Thai Union Sidoarjo sejak Selasa, 1 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, keduanya terlibat dalam pengujian kualitas air tambak dan pemeriksaan benur udang untuk mendukung pengelolaan budidaya yang berkelanjutan.
Kegiatan magang ini memperkenalkan mahasiswa pada penerapan ilmu kimia dalam pengujian sampel yang berkaitan langsung dengan aktivitas budidaya udang. Mereka menjalani kegiatan di bawah bimbingan akademik Siti Wafiroh, SSi, MSi.
Laboratorium tersebut menerima sampel air tambak dan benur dari sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Bali.
Hasil pengujian dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan pembudidaya dalam memantau kondisi air dan menentukan kelayakan benur sebelum ditebar ke tambak.
Menguji Parameter Kimia Air Tambak
Pengujian kualitas air dilakukan melalui sejumlah parameter kimia, antara lain Total Organic Matter (TOM), kesadahan, salinitas, dan alkalinitas. Laboratorium juga menggunakan spektrofotometer untuk mengukur nitrit, ortofosfat, serta Total Ammonia Nitrogen (TAN).
Setiap parameter memberikan informasi berbeda mengenai kondisi air. Karena itu, hasil pengujian perlu dibaca sesuai jenis parameter dan kebutuhan pengelolaan tambak, bukan hanya berdasarkan satu indikator.
Pemantauan tersebut membantu pembudidaya memperoleh gambaran kondisi air yang digunakan untuk pemeliharaan udang.
Informasi ini dapat menjadi dasar untuk mengevaluasi pengelolaan air dan menyesuaikan langkah pemeliharaan sesuai kebutuhan tambak.
Memeriksa Mikroorganisme dan Kondisi Benur
Selain pengujian kimia, pemeriksaan juga dilakukan di laboratorium mikrobiologi. Penghitungan total mikroorganisme menggunakan media TSA (Tryptic Soy Agar), sedangkan media TCBS (Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose Agar) dan Chromogenic Agar digunakan dalam proses penyaringan bakteri Vibrio.
Pemeriksaan benur juga mencakup pengamatan kondisi fisik dan anomali menggunakan mikroskop sebelum benur ditebar ke tambak. Pemeriksaan ini membantu memberikan informasi awal mengenai kondisi sampel yang diperiksa.
Keberadaan bakteri Vibrio perlu ditafsirkan berdasarkan hasil identifikasi dan konteks pengujiannya. Tidak semua bakteri dalam kelompok tersebut memiliki tingkat risiko yang sama terhadap udang.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti kegiatan magang tersebut, Lathifah Nuril B menyampaikan pentingnya ketelitian dalam proses pengujian.
“Ketelitian sangatlah penting karena satu sampel kecil bisa menentukan nasib satu tambak,” katanya. Senin, 26 Oktober 2026.
Hasil Pengujian Menjadi Bahan Pertimbangan Pembudidaya
Pengujian kualitas air dan pemeriksaan benur dapat membantu pembudidaya mengambil keputusan sebelum memulai atau melanjutkan siklus budidaya.
Data laboratorium memberikan informasi tambahan untuk menilai kondisi air dan sampel benur yang akan digunakan.
Diah Pitaloka, selaku pembimbing lapangan, menekankan bahwa kualitas air berkaitan dengan keberhasilan budidaya sekaligus pengelolaan lingkungan.
“Kualitas air yang baik tidak hanya menjamin keberhasilan panen, tetapi juga mengurangi konsentrasi limbah tambak yang mengalir ke perairan sekitar,” sebut Diah Pitaloka.
Meski demikian, pengurangan limbah tidak hanya bergantung pada kualitas air saat diuji. Pengelolaan pakan, bahan organik, pergantian air, dan penanganan limbah selama kegiatan budidaya juga berperan dalam mengurangi beban pencemaran.
Berkaitan dengan Perlindungan Ekosistem Perairan
Pengelolaan tambak yang memperhatikan kualitas air dan limbah berkaitan dengan upaya menjaga ekosistem perairan.
Bahan organik dan nutrien yang berlebihan dari aktivitas di daratan dapat menambah beban pencemaran ketika masuk ke perairan pesisir.
Upaya pemantauan kualitas air tersebut sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 14 tentang Ekosistem Lautan.
Salah satu fokus tujuan ini adalah mengurangi pencemaran laut, termasuk pencemaran yang bersumber dari aktivitas di daratan.
Melalui kegiatan magang di laboratorium, mahasiswa Unair mempelajari penerapan analisis kimia dan mikrobiologi dalam persoalan budidaya udang.
Pengujian sampel menjadi bagian dari upaya menyediakan informasi yang dapat mendukung pengelolaan tambak sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kondisi lingkungan perairan. (*)
Komentar