SAPAJATIM
NEWS

Tambah 30 Kamar, Mimik Tekankan Pelayanan Lebih Ramah di RSUD Notopuro

sapajatim · 26 Oktober 2026 18:51 WIB
Tambah 30 Kamar, Mimik Tekankan Pelayanan Lebih Ramah di RSUD Notopuro
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana sidak pembangunan Gedung Mawar Merah Putih RSUD RT Notopuro. Dalam kesempatan tersebut, Mimik minta pelayanan rumah sakit tipe A ini lebih ramah lagi (Dok. Humas Pemkab Sidoarjo)

Sidoarjo - Penambahan sekitar 30 kamar di Gedung Mawar Merah Putih RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo diharapkan memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit. 

Namun, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengingatkan bahwa peningkatan fasilitas perlu diiringi pelayanan yang ramah kepada pasien dan keluarga pasien.

Pesan tersebut disampaikan Mimik saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pembangunan peningkatan Gedung Mawar Merah Putih RSUD R.T. Notopuro, Senin, 26 Oktober 2026. Proyek senilai Rp8,6 miliar itu ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Mimik didampingi Inspektorat Kabupaten Sidoarjo dan Pelaksana Tugas Direktur RSUD R.T. Notopuro, dr. Prima Dessy Kusuma Rakhmawati. 

Ia meninjau pekerjaan pembangunan lantai tiga gedung yang direncanakan menambah sekitar 30 kamar.

“Orang yang datang ke rumah sakit bukan untuk bersenang-senang. Mereka datang dalam kondisi sumpek. Karena itu, pelayanan yang ramah, senyum yang tulus, dan sikap yang baik dari seluruh tenaga kesehatan bisa menjadi obat tersendiri bagi mereka,” kata Mimik.

Pembangunan Gedung Ditargetkan Rampung Desember

Selain menyoroti pelayanan kepada pasien, Mimik memeriksa perkembangan pembangunan lantai tiga Gedung Mawar Merah Putih. Menurutnya, pekerjaan saat sidak berlangsung masih sesuai dengan rencana dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Di sini sedang berlangsung pembangunan lantai tiga Gedung Mawar Merah Putih yang nantinya akan menambah sekitar 30 unit kamar. Setelah kami cek, pekerjaan sudah on progress dan sejauh ini sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan,” kata Mimik.

Ia menyebut progres pembangunan telah mencapai 6 persen. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap progres tersebut meningkat menjadi 10 persen pada akhir Oktober 2026.

“Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 6% dan sudah sesuai targetnya. Diharapkan nanti di akhir bulan sudah mencapai progress 10%,” imbuhnya.

Dengan nilai kontrak Rp8,6 miliar dan target penyelesaian pada Desember 2026, pelaksanaan proyek tersebut akan terus dipantau untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Material Lama Harus Tetap Tercatat

Dalam sidak itu, Mimik juga menyoroti pemanfaatan material lama yang masih layak digunakan. Ia mengatakan penggunaan kembali material, termasuk genteng, besi, dan baja, harus disertai pencatatan serta pelaporan yang transparan.

“Tadi saya juga sudah menanyakan terkait penggunaan genteng lama yang masih layak dan masih bagus. Saya cek sendiri kondisinya memang masih bisa digunakan dan juga sudah tercatat. Semua material lama yang dimanfaatkan kembali, termasuk besi dan baja, harus tetap tercatat dan dilaporkan,” tegasnya.

Mimik mengatakan tidak menemukan penyimpangan maupun persoalan dalam pelaksanaan proyek saat peninjauan tersebut.

“Alhamdulillah, tidak ada temuan. Semua sesuai dan tidak ada masalah,” katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan pelaksana proyek agar tidak mengubah spesifikasi atau menggunakan material berkualitas lebih rendah dari yang telah ditentukan. Pengawasan, menurutnya, diperlukan untuk menjaga kualitas bangunan dan keselamatan masyarakat.

“Saya tidak menginginkan pembangunan di Kabupaten Sidoarjo tahun 2026 maupun seterusnya ada akal-akalan. Jangan sampai ada yang mengubah spesifikasi yang sudah ditetapkan,” tegas Mimik.

Ia juga menyatakan akan lebih sering melakukan sidak terhadap pembangunan di Kabupaten Sidoarjo.

“Jangan sampai material yang seharusnya digunakan sesuai spesifikasi malah dicampur dengan material yang kualitasnya lebih rendah. Kualitas bangunan harus dijaga demi keselamatan dan kepentingan masyarakat,” katanya.

Mimik meminta seluruh pihak ikut mengawasi proyek peningkatan Gedung Mawar Merah Putih hingga selesai. Ia menegaskan pembangunan tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga Sidoarjo.

“Saya mohon semua pihak ikut membantu mengawasi. Pembangunan ini untuk kepentingan kita bersama, terutama warga Sidoarjo,” ujarnya. (*)

Pewarta: Syaiful Bahri
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS