Raih Skor 4,12, Kota Blitar Masuk Empat Besar Daya Saing Daerah Jawa Timur
Kota Blitar - Kota Blitar menempati peringkat keempat dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 tingkat Jawa Timur dengan skor 4,12. Capaian tersebut ditopang kinerja pada pilar perekonomian daerah dan ketenagakerjaan yang masing-masing memperoleh nilai maksimal 5,00.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes, menjelaskan bahwa IDSD merupakan indikator yang diterbitkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengukur produktivitas, inovasi, serta kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi secara berkelanjutan.
“Indeks daya saing daerah, dimana indeks yang dikeluarkan oleh Badan Riset dan Inovasi nasional berdasarkan riset untuk mengukur dan menilai tingkat produktivitas dan inovasi serta kemampuan daerah, dalam hal ini kabupaten-kota untuk mengoptimalkan potensi daerah secara berkelanjutan,” terang Widodo.
Empat Komponen Penilaian Daya Saing Daerah
Widodo menjelaskan, IDSD tersusun atas empat komponen utama, yakni lingkungan pendukung, sumber daya manusia (SDM), pasar (market), dan ekosistem inovasi.
Penilaian tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kelembagaan, infrastruktur, perekonomian daerah, kesehatan, pendidikan, efisiensi pasar produk, ketenagakerjaan, akses keuangan, ukuran pasar, adopsi teknologi, dinamika bisnis, hingga kapasitas inovasi.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Kota Blitar memperoleh skor keseluruhan 4,12 dan menempati peringkat keempat dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dua pilar yang memperoleh nilai maksimal 5,00 adalah perekonomian daerah dan ketenagakerjaan. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam capaian daya saing Kota Blitar pada penilaian IDSD 2025.
Perekonomian Daerah dan Ketenagakerjaan Jadi Penopang
Pada pilar perekonomian daerah, Pemerintah Kota Blitar memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor usaha melalui berbagai kegiatan dan event daerah.
Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi usaha sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi daerah. Pemerintah daerah juga mendorong keberlanjutan kegiatan ekonomi melalui ruang partisipasi masyarakat.
Sementara itu, pada pilar ketenagakerjaan, pemerintah daerah memberikan dukungan melalui regulasi, keberpihakan kepada angkatan kerja, serta fasilitas peningkatan produktivitas masyarakat.
Upaya tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja dan mengurangi pengangguran. Kedua pilar ini masing-masing memperoleh skor 5,00 dalam penilaian IDSD 2025.
Surabaya Peringkat Pertama, Blitar di Posisi Keempat
Dalam pemeringkatan IDSD 2025 tingkat Jawa Timur, Kota Surabaya menempati posisi pertama dengan skor 4,24.
Posisi kedua ditempati Kota Malang dengan nilai 4,19, disusul Kota Madiun di peringkat ketiga dengan skor 4,17. Sementara itu, Kota Blitar berada di posisi keempat dengan skor 4,12.
Capaian tersebut menjadi gambaran posisi daya saing Kota Blitar berdasarkan indikator yang digunakan dalam IDSD 2025. Pemerintah Kota Blitar akan terus menjaga capaian tersebut melalui pengembangan potensi daerah, peningkatan produktivitas masyarakat, serta dukungan terhadap sektor usaha dan kesempatan kerja.
Penguatan berbagai sektor tersebut diharapkan dapat mendukung kemampuan daerah dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki secara berkelanjutan. (*)
Komentar