Kunjungan Wisata Sumenep Tembus 1,5 Juta Orang, Naik 25 Persen hingga Oktober 2026
Sumenep - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep mencapai 1,5 juta orang selama Januari hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1,2 juta kunjungan.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Faruk Hanafi mengatakan, peningkatan kunjungan tersebut didukung berbagai kegiatan seni dan budaya yang digelar pemerintah daerah.
"Sebab, konsep yang kami terapkan adalah memadukan keberagaman destinasi wisata yang ada di Sumenep ini dengan agenda budaya," kata Faruk di Sumenep, Senin, 2 November 2026.
Sumenep Gelar 110 Agenda Seni dan Budaya
Sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar 110 kegiatan yang masuk dalam kalender agenda daerah. Sebanyak 54 kegiatan dilaksanakan di tingkat kecamatan, sedangkan 56 kegiatan lainnya berlangsung di tingkat kabupaten.
Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan kalender kegiatan pada 2025 yang mencatat 104 agenda. Artinya, terdapat penambahan enam kegiatan seni dan budaya pada tahun ini.
Faruk menilai penambahan volume kegiatan tersebut ikut mendorong tingginya kunjungan wisatawan ke Sumenep.
Menurutnya, penyelenggaraan agenda budaya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keberagaman destinasi wisata sekaligus menarik masyarakat dari berbagai daerah untuk berkunjung.
Madura Culture Festival Diproyeksikan Tarik 150 Ribu Pengunjung
Salah satu agenda yang diproyeksikan mendatangkan pengunjung dalam jumlah besar adalah Madura Culture Festival (MCF) 2026.
Faruk memperkirakan festival tersebut dapat menarik sekitar 150.000 pengunjung, baik dari Kabupaten Sumenep maupun berbagai daerah di luar kabupaten.
Besarnya potensi kunjungan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan aktivitas pariwisata, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Wisatawan yang datang berpotensi membelanjakan uang untuk kebutuhan kuliner, oleh-oleh, transportasi, penginapan, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
"Harapan kami, setiap event yang kita gelar tidak berhenti pada jumlah pengunjung. Akan tetapi juga bagaimana kunjungan tersebut memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif di kabupaten ini," ungkap Faruk. (*)
Komentar