5 Daerah dengan Penduduk Terbanyak dan Tersedikit di Jawa Timur, Berapa APBD-nya?
Surabaya - Jawa Timur memiliki jumlah penduduk yang tidak merata di setiap kabupaten dan kota. Pada 2025, Kota Surabaya menjadi daerah dengan penduduk terbanyak, sedangkan Kota Mojokerto tercatat sebagai daerah dengan jumlah penduduk paling sedikit.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Jawa Timur Dalam Angka 2026 mencatat jumlah penduduk Jawa Timur pada 2025 mencapai 42.089.271 jiwa. Angka tersebut merupakan proyeksi penduduk pertengahan tahun.
Perbedaan jumlah penduduk itu menarik untuk dibandingkan dengan besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing wilayah. Untuk menjaga keseragaman, perbandingan anggaran dalam artikel ini menggunakan belanja daerah pada APBD murni 2026.
Lima daerah dengan penduduk terbanyak
Berdasarkan data penduduk 2025, lima daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Timur terdiri atas satu kota dan empat kabupaten.
DaerahJumlah penduduk 2025Belanja APBD murni 2026Kota Surabaya2.931.611 jiwaRp12,73 triliunKabupaten Malang2.755.438 jiwaRp4,47 triliunKabupaten Jember2.620.135 jiwaRp4,50 triliunKabupaten Sidoarjo2.193.692 jiwaRp5,72 triliunKabupaten Banyuwangi1.764.540 jiwaRp2,92 triliunKota Surabaya menempati urutan pertama dengan jumlah penduduk sekitar 2,93 juta jiwa. Belanja daerah dalam APBD murni 2026 tercatat sekitar Rp12,73 triliun.
Di posisi berikutnya terdapat Kabupaten Malang dengan 2,75 juta penduduk dan belanja daerah sekitar Rp4,47 triliun. Kabupaten Jember menyusul dengan 2,62 juta penduduk serta APBD belanja sekitar Rp4,50 triliun.
Sementara itu, Kabupaten Sidoarjo memiliki 2,19 juta penduduk dengan belanja daerah sekitar Rp5,72 triliun. Kabupaten Banyuwangi melengkapi lima besar dengan 1,76 juta penduduk dan belanja daerah sekitar Rp2,92 triliun.
Lima daerah dengan penduduk paling sedikit
Di sisi lain, lima daerah dengan jumlah penduduk paling sedikit di Jawa Timur seluruhnya merupakan wilayah kota.
DaerahJumlah penduduk 2025Belanja APBD murni 2026Kota Mojokerto138.613 jiwaRp868,48 miliarKota Blitar156.330 jiwaRp830,48 miliarKota Madiun203.552 jiwaRp1,06 triliunKota Pasuruan222.334 jiwaRp920,99 miliarKota Batu225.120 jiwaRp1,05 triliunKota Mojokerto menjadi daerah dengan jumlah penduduk paling sedikit, yakni 138.613 jiwa. Belanja daerah pada APBD murni 2026 tercatat sekitar Rp868,48 miliar.
Kota Blitar berada di urutan berikutnya dengan 156.330 penduduk dan anggaran belanja sekitar Rp830,48 miliar. Adapun Kota Madiun memiliki 203.552 penduduk dengan belanja daerah sekitar Rp1,06 triliun.
Kota Pasuruan tercatat memiliki 222.334 penduduk dan belanja daerah sekitar Rp920,99 miliar. Sementara Kota Batu memiliki 225.120 penduduk dengan anggaran belanja sekitar Rp1,05 triliun.
Jumlah penduduk dan besaran APBD tidak selalu sejalan
Perbandingan tersebut memperlihatkan bahwa daerah dengan jumlah penduduk lebih banyak tidak selalu memiliki belanja APBD yang lebih besar dibandingkan daerah lain dengan jumlah penduduk lebih sedikit.
Di antara lima daerah berpenduduk terbanyak, Kota Surabaya memiliki belanja daerah paling besar. Namun, Kabupaten Sidoarjo memiliki anggaran belanja lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Jember, meskipun jumlah penduduknya lebih sedikit.
Pada kelompok lima daerah berpenduduk paling sedikit, Kota Madiun dan Kota Batu memiliki anggaran belanja di atas Rp1 triliun. Angka tersebut lebih besar dibandingkan belanja daerah Kota Mojokerto dan Kota Blitar.
Perbandingan ini menunjukkan perbedaan skala jumlah penduduk dan besaran anggaran antardaerah. Namun, besaran APBD tidak dapat dibaca hanya berdasarkan jumlah penduduk karena anggaran daerah juga mencakup berbagai kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. (*)
Catatan sumber: Data penduduk mengacu pada BPS dalam Jawa Timur Dalam Angka 2026, sedangkan data anggaran mengacu pada APBD murni tahun anggaran 2026 masing-masing daerah.
Komentar