SAPAJATIM
NEWS

Khofifah Soroti Peran Pemuda dan Pendidikan Madura pada Hari Sumpah Pemuda

sapajatim · 28 Oktober 2026 19:36 WIB
Khofifah Soroti Peran Pemuda dan Pendidikan Madura pada Hari Sumpah Pemuda
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Pamekasan, 28 Oktober 2026 (Dok. Kominfo Jatim)

Pamekasan - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak generasi muda menjaga solidaritas, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Pamekasan, Rabu 28 Oktober 2026.

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya pengabdian, kerja keras, dan kepedulian pemuda dalam menghadapi tantangan zaman.

“Rawat solidaritas dan persaudaraan, karena masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa hebat generasi mudanya, tapi juga oleh seberapa besar manfaat yang dapat mereka hadirkan bagi sesama,” tutur Khofifah.

Menurut Khofifah, semangat patriotik perlu diwujudkan melalui kerja dan pengabdian. Kegigihan ditunjukkan melalui kemauan belajar dan bekerja keras, sedangkan empati tercermin dalam sikap menghormati perbedaan serta kepedulian terhadap sesama.

Pamekasan dan Sejarah Perjuangan Pemuda

Pemilihan Pamekasan sebagai lokasi upacara memiliki kaitan dengan sejarah pergerakan pemuda Indonesia. Daerah ini merupakan tanah kelahiran Mohammad Tabrani Soerjowitjitro, tokoh yang terlibat dalam Kongres Pemuda Pertama pada 1926 dan mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa perjuangan generasi muda tidak berhenti pada peristiwa sejarah. Semangat persatuan perlu diteruskan melalui pendidikan, inovasi, dan keterlibatan dalam pembangunan daerah.

Dalam konteks itu, Khofifah menyoroti peningkatan kualitas pendidikan generasi muda di Madura melalui program MAMA MAU NAIK KELAS, singkatan dari Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas.

Penerimaan PTN di Madura Meningkat

Salah satu capaian yang disoroti ialah kenaikan jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dalam materi yang disampaikan, kenaikan tercatat di Kabupaten Pamekasan sebesar 33,02 persen, Bangkalan 15,5 persen, Sumenep 10 persen, dan Sampang 8,5 persen.

Data tersebut menunjukkan peningkatan penerimaan siswa melalui jalur SNBT di empat kabupaten di Madura. Namun, persentase kenaikan tersebut belum dengan sendirinya menjelaskan jumlah siswa yang diterima, pemerataan akses pendidikan, maupun faktor yang memengaruhi capaian masing-masing daerah.

Enam Daerah Terima Penghargaan Penggerak Bakti Pemuda

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 juga diisi pemberian penghargaan Daerah Terbaik Penggerak Bakti Pemuda Jawa Timur kepada enam pemerintah daerah berdasarkan bidang penggerakannya.

Pemerintah Kota Surabaya menerima penghargaan bidang lingkungan, Pemerintah Kabupaten Lumajang pada bidang ekonomi, dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung pada bidang digital.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menerima penghargaan bidang kesehatan, Pemerintah Kota Mojokerto pada bidang sosial dan inklusif, serta Pemerintah Kabupaten Ngawi pada bidang seni dan budaya.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap pemerintah daerah yang menggerakkan partisipasi pemuda dalam berbagai sektor pembangunan. Bidang yang dicakup meliputi kepedulian lingkungan, penguatan ekonomi, pemanfaatan teknologi digital, kesehatan, kegiatan sosial inklusif, serta pelestarian seni dan budaya.

Selain pemerintah daerah, penghargaan sebagai mitra strategis dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan pemuda diberikan kepada PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda.

Apresiasi untuk Inovator Muda dan Inisiator Lokal

Pemprov Jatim juga memberikan penghargaan kepada tujuh penerima kategori Inovator Muda. Mereka adalah Rifat Almajid Asnun dari Kabupaten Tuban, Fadhila Kresna Diarta dari Kota Madiun, Yaprilidio Susetio Wobowo dari Kabupaten Ponorogo, Zahira Arzatisya Maharani dari Kota Malang, Kania Indah Ramadhan dari Kabupaten Tuban, Nasrullah Aziz dari Kabupaten Malang, serta Muhammad Rizky Alfiansyah dari Kota Malang.

Adapun kategori Inisiator Lokal diberikan kepada Ghifari Fajar Anugrah dari Kota Surabaya, Dini Wahyu Mulyasari dari Kabupaten Banyuwangi, M. Khoirul Fatikin dari Kabupaten Gresik, M. Zulfan Ilhami dari Kota Malang, Ence Adinda dari Kota Malang, Khosidah Afkarina Rachman dari Kabupaten Banyuwangi, dan Rohmatul Maulidiya dari Kabupaten Gresik.

Pemberian penghargaan ini diharapkan mendorong lebih banyak anak muda dan pemangku kepentingan daerah mengambil peran dalam menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Pengakuan terhadap inovator dan inisiator lokal juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam pembangunan.

Upacara Dimeriahkan Penampilan Pelajar

Upacara berlangsung dengan rangkaian pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan teks keputusan Kongres Pemuda Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dimeriahkan penampilan marching band Gita Patria dari SMA Negeri 4 Pamekasan. Sejumlah unsur kepemudaan juga hadir, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana), Karang Taruna, GP Ansor, Forum Kewirausahaan Pemuda, atlet Porda Pamekasan, Resimen Mahasiswa, mahasiswa UIN Madura, Purna Paskibraka Indonesia, IPNU, IPPNU, pelajar, dan Pramuka.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini menempatkan solidaritas, pendidikan, dan kontribusi sosial sebagai bagian penting dari peran generasi muda. Tantangan berikutnya ialah memastikan semangat tersebut berlanjut melalui kesempatan belajar, ruang berinovasi, dan keterlibatan nyata pemuda dalam pembangunan di daerah masing-masing. (*)

Pewarta: Firman Dwi Ardiansyah
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS