SAPAJATIM
NEWS

Hadapi Ancaman Banjir hingga Longsor, Polda Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana

sapajatim · 04 November 2026 15:53 WIB
Hadapi Ancaman Banjir hingga Longsor, Polda Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana
Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama Forkopimda Jawa Timur usai Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi di Mapolda Jatim. Rabu, 4 November 2026.

Surabaya - Polda Jatim meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, dan dampak cuaca ekstrem lainnya. 

Langkah tersebut diperkuat melalui apel kesiapsiagaan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait di Mapolda Jatim, Rabu, 4 November 2026.

Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi tersebut dipimpin Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono di Lapangan Mapolda Jatim.

"Kesiapsiagaan ini adalah bentuk kehadiran negara untuk lebih siap memberikan bantuan apabila terjadi bencana alam di wilayah Jawa Timur," ujar Irjen Pol Dekananto.

Pengecekan dilakukan terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana pendukung penanggulangan bencana. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.

Kesiapan Personel dan Peralatan Jadi Perhatian

Irjen Pol Dekananto menegaskan, kesiapan menghadapi bencana tidak cukup hanya dilihat dari jumlah personel yang disiagakan. Kondisi peralatan, efektivitas koordinasi, serta kecepatan respons ketika masyarakat membutuhkan pertolongan juga menjadi bagian penting.

Karena itu, seluruh sarana dan prasarana pendukung perlu dipastikan dalam kondisi siap digunakan. Kesiapannya juga harus disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan potensi bencana yang dihadapi.

Memasuki periode meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, Polda Jatim bersama pemerintah daerah dan instansi terkait meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, angin kencang, serta dampak cuaca ekstrem lainnya.

Evaluasi Bencana Lumajang dan Pemetaan Wilayah Rawan

Irjen Pol Dekananto turut menyoroti pentingnya evaluasi penanganan bencana yang telah terjadi, termasuk di Kabupaten Lumajang.

Evaluasi tersebut menjadi bahan untuk memperkuat kesiapan personel, akses penyaluran bantuan, serta dukungan bagi masyarakat terdampak.

Selain itu, pemetaan wilayah rawan bencana menjadi perhatian agar langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan lebih dini.

Polda Jatim Dorong Simulasi Penanganan Bencana

Untuk memperkuat koordinasi, Polda Jatim mendorong pelaksanaan simulasi penanganan bencana melalui Tactical Floor Game (TFG) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait.

Melalui simulasi tersebut, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai pola koordinasi, pembagian tugas, serta langkah penanganan ketika situasi darurat terjadi.

Polda Jatim bersama Gubernur Jawa Timur, Pangdam, dan seluruh pemangku kepentingan akan terus mengevaluasi kebutuhan personel maupun peralatan pendukung penanggulangan bencana.

"Negara harus hadir. Kami akan bersama-sama dengan Ibu Gubernur dan Pak Pangdam mengevaluasi kebutuhan tersebut. Karena ini menyangkut kemanusiaan, tentu harus ada upaya percepatan untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kondisi di lapangan," tegas Irjen Pol Dekananto. (*)

Pewarta: Firman Dwi Ardiansyah
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS