Festival Mangrove Jatim XI Tanam 8.100 Bibit, Khofifah Terima Rekor MURI
Probolinggo - Festival Mangrove Jawa Timur XI di Bee Jay Bakau Resort (BJBR), Kota Probolinggo, Selasa 3 November 2026, diisi penanaman 8.100 bibit mangrove dan pelepasliaran satwa. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menerima penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas inisiatif penyelenggaraan festival mangrove dengan seri terbanyak.
Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove.
Selain penanaman mangrove, kegiatan juga diisi pelepasliaran enam ekor burung pecuk padi hitam dan 300 ekor kepiting. Berbagai agenda tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pesisir.
Khofifah Ajak Masyarakat Menanam Mangrove
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengajak masyarakat untuk terus menanam dan menjaga kelestarian mangrove. Menurutnya, tanaman mangrove memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen.
Ia menyebut kegiatan menanam mangrove sebagai bentuk sedekah oksigen karena manfaatnya dapat dirasakan selama tanaman tersebut tumbuh dan menjalankan fungsi ekologisnya.
“Bagi saya, ini adalah sedekah oksigen. Selagi yang kita tanam itu tumbuh dan mampu menyerap karbon dioksida serta menghasilkan oksigen, maka saat itu pula kita sesungguhnya sedang dan sudah bersedekah oksigen. Ayo, kita saling menanam,” ujar Khofifah.
Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2025, luas mangrove di Jawa Timur mencapai 31.067 hektare atau sekitar 47,85 persen dari total luas mangrove di Pulau Jawa yang mencapai 64.932 hektare.
Angka tersebut meningkat dibandingkan 2021, ketika luas mangrove Jawa Timur tercatat 27.221 hektare.
Jawa Timur Dinilai Jadi Percontohan Rehabilitasi Mangrove
Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional, Mayjen TNI Dr. (c) Sriyanto, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rehabilitasi dan pelestarian mangrove.
Ia menilai Jawa Timur menjadi salah satu daerah percontohan dalam upaya pemulihan ekosistem mangrove di Indonesia.
“Jawa Timur merupakan salah satu benchmark rehabilitasi mangrove di Indonesia. Kami banyak belajar dari penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur ini,” ungkapnya.
Menurut Sriyanto, penyelenggaraan festival tersebut dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan program rehabilitasi mangrove. Ia juga berharap Jawa Timur dapat menjadi tuan rumah Festival Mangrove Nasional.
“Ke depan, kami berharap Festival Mangrove Nasional dapat diselenggarakan di Jawa Timur. Kami menyampaikan apresiasi kepada Ibu Gubernur dan masyarakat Jawa Timur atas komitmennya dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove,” katanya.
Probolinggo Dorong Peningkatan Tutupan Mangrove
Wali Kota Probolinggo Aminuddin menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Probolinggo sebagai tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur XI.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga dan meningkatkan tutupan mangrove di wilayahnya.
“Terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa yang telah mempercayakan Kota Probolinggo sebagai tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur XI. Penyelenggaraan festival ini semakin memotivasi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan tutupan mangrove di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Festival Diisi Edukasi hingga Pelayanan Kesehatan
Selain penanaman dan pelepasliaran satwa, Festival Mangrove Jawa Timur XI menghadirkan sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Agenda tersebut meliputi Mangrove Harmony City Ride bersama Gubernur Khofifah dan Kaka Slank, pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar, serta edukasi mangrove bagi 30 siswa kelas VII SMP.
Festival juga dimeriahkan penampilan gitar tunggal Kaka Slank, peragaan busana batik dengan pewarna mangrove, dan pameran mangrove. Dalam kesempatan yang sama, Khofifah menyerahkan penghargaan kepada 30 penerima.
Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak dalam upaya memperkuat kepedulian terhadap ekosistem mangrove.
Khofifah Terima Rekor MURI
Penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur XI turut mencatatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Penghargaan tersebut diberikan atas perannya sebagai pemrakarsa Festival Mangrove dengan penyelenggaraan seri terbanyak, yakni 10 kali di 10 kabupaten dalam kurun waktu lima tahun.
Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan penyelenggaraan Festival Mangrove Jawa Timur yang secara konsisten mengangkat isu perlindungan dan rehabilitasi kawasan pesisir.
Melalui festival ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong kolaborasi berbagai pihak agar upaya penanaman dan pelestarian mangrove terus berkembang. Keterlibatan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove di wilayah pesisir. (*)
Komentar