EKONOMI
Investasi Sidoarjo Tembus Rp2,89 Triliun pada Triwulan III 2026, Serap 7.979 Tenaga Kerja
sapajatim
·
04 November 2026 14:06 WIB
Sidoarjo - Realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo mencapai Rp2,89 triliun pada Triwulan III 2026. Capaian tersebut tercatat melalui 5.070 unit usaha aktif dengan penyerapan 7.979 tenaga kerja berdasarkan laporan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sidoarjo.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo Benny Airlangga Yogaswara menjelaskan bahwa realisasi investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri dan asing.
"Realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo pada Triwulan III 2026 mencapai Rp2,89 triliun. Capaian ini berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,17 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp725,81 miliar," ujarnya di Sidoarjo, Rabu, 4 November 2026
Dari keseluruhan realisasi tersebut, jumlah unit usaha aktif mencapai 5.070 unit. Aktivitas investasi tersebut juga tercatat menyerap ribuan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
Benny menyebut penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu informasi penting dalam melihat aktivitas investasi di Kabupaten Sidoarjo.
"Investasi tersebut tercatat melalui 5.070 unit usaha aktif dan menyerap sebanyak 7.979 tenaga kerja. Data ini menunjukkan aktivitas investasi di Sidoarjo tersebar di berbagai sektor usaha," jelasnya.
Nilai investasinya mencapai sekitar Rp546,25 miliar. Posisi berikutnya ditempati industri kimia dan farmasi dengan nilai investasi sekitar Rp484 miliar.
Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran juga mencatat investasi cukup besar, yakni sekitar Rp344,77 miliar.
Sementara itu, sektor perdagangan dan reparasi memiliki jumlah unit usaha terbanyak, mencapai 1.621 unit usaha.
Benny menjelaskan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi berbeda, baik dari sisi nilai investasi maupun penyerapan tenaga kerja.
"Industri makanan menjadi sektor dengan nilai investasi terbesar, yakni sekitar Rp546,25 miliar, disusul industri kimia dan farmasi sebesar Rp484 miliar. Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor jasa lainnya mencatat jumlah tertinggi sebanyak 1.624 orang," ungkapnya.
Industri barang dari kulit dan alas kaki juga mencatat penyerapan tenaga kerja cukup besar, yakni 1.222 orang. Sektor ini memiliki nilai investasi sekitar Rp21,87 miliar.
Adapun industri makanan menyerap 1.183 tenaga kerja. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor dengan investasi terbesar tidak selalu menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak.
Secara keseluruhan, laporan DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo mencatat realisasi investasi Rp2,89 triliun melalui 5.070 unit usaha aktif dengan penyerapan 7.979 tenaga kerja selama Triwulan III 2026. (*)
Kepala DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo Benny Airlangga Yogaswara menjelaskan bahwa realisasi investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri dan asing.
"Realisasi investasi Kabupaten Sidoarjo pada Triwulan III 2026 mencapai Rp2,89 triliun. Capaian ini berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp2,17 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sekitar Rp725,81 miliar," ujarnya di Sidoarjo, Rabu, 4 November 2026
Investasi PMDN Mendominasi
Berdasarkan laporan DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo, investasi PMDN mencapai sekitar Rp2,17 triliun. Sementara itu, investasi PMA tercatat sekitar Rp725,81 miliar.Dari keseluruhan realisasi tersebut, jumlah unit usaha aktif mencapai 5.070 unit. Aktivitas investasi tersebut juga tercatat menyerap ribuan tenaga kerja di berbagai sektor usaha.
Benny menyebut penyerapan tenaga kerja menjadi salah satu informasi penting dalam melihat aktivitas investasi di Kabupaten Sidoarjo.
"Investasi tersebut tercatat melalui 5.070 unit usaha aktif dan menyerap sebanyak 7.979 tenaga kerja. Data ini menunjukkan aktivitas investasi di Sidoarjo tersebar di berbagai sektor usaha," jelasnya.
Industri Makanan Catat Investasi Terbesar
Berdasarkan sektor usaha, industri makanan menjadi penyumbang investasi terbesar di Kabupaten Sidoarjo pada Triwulan III 2026.Nilai investasinya mencapai sekitar Rp546,25 miliar. Posisi berikutnya ditempati industri kimia dan farmasi dengan nilai investasi sekitar Rp484 miliar.
Sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran juga mencatat investasi cukup besar, yakni sekitar Rp344,77 miliar.
Sementara itu, sektor perdagangan dan reparasi memiliki jumlah unit usaha terbanyak, mencapai 1.621 unit usaha.
Benny menjelaskan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki kontribusi berbeda, baik dari sisi nilai investasi maupun penyerapan tenaga kerja.
"Industri makanan menjadi sektor dengan nilai investasi terbesar, yakni sekitar Rp546,25 miliar, disusul industri kimia dan farmasi sebesar Rp484 miliar. Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor jasa lainnya mencatat jumlah tertinggi sebanyak 1.624 orang," ungkapnya.
Sektor Jasa Lainnya Serap Tenaga Kerja Terbanyak
Dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor jasa lainnya menempati posisi tertinggi dengan 1.624 orang.Industri barang dari kulit dan alas kaki juga mencatat penyerapan tenaga kerja cukup besar, yakni 1.222 orang. Sektor ini memiliki nilai investasi sekitar Rp21,87 miliar.
Adapun industri makanan menyerap 1.183 tenaga kerja. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor dengan investasi terbesar tidak selalu menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak.
Secara keseluruhan, laporan DPMPTSP Kabupaten Sidoarjo mencatat realisasi investasi Rp2,89 triliun melalui 5.070 unit usaha aktif dengan penyerapan 7.979 tenaga kerja selama Triwulan III 2026. (*)
Pewarta: Syaiful Bahri
Editor: sapajatim
Komentar