Cuaca Jatim 3 November 2026: Cek Daerah yang Berpotensi Hujan Sore hingga Malam
Surabaya - Sejumlah wilayah di Jawa Timur berpotensi mengalami hujan pada Selasa, 3 November 2026, terutama pada sore hingga malam hari.
Berdasarkan infografik BMKG Juanda yang diterima, Kabupaten Malang, Kediri, Tulungagung, dan Lumajang menjadi beberapa daerah yang perlu memperhatikan potensi hujan hingga pukul 22.00 WIB.
Pada empat kabupaten tersebut, potensi hujan tercantum pada pukul 16.00, 19.00, dan 22.00 WIB.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan antardaerah dapat memperhatikan perkembangan cuaca pada waktu tersebut.
Daftar Daerah Berpotensi Hujan
Selain empat kabupaten tersebut, potensi hujan juga tercatat di sejumlah wilayah lain di Jawa Timur dengan waktu berbeda.
Di Kabupaten Blitar, hujan berpeluang turun pada pukul 16.00 dan 19.00 WIB. Sementara itu, Kabupaten Banyuwangi berpotensi mengalami hujan pada pukul 16.00 dan 22.00 WIB.
Adapun di Kabupaten Jember, potensi hujan tercantum pada pukul 16.00 WIB.
Rincian waktu tersebut merujuk pada infografik BMKG Juanda yang diterima. Kondisi cuaca dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, termasuk antara kabupaten dan kota yang memiliki nama daerah serupa.
Sejumlah Kota Diprakirakan Berawan
Berbeda dengan beberapa kabupaten di sekitarnya, infografik BMKG menunjukkan Kota Malang, Kota Batu, Kota Kediri, dan Kota Blitar didominasi kondisi berawan atau cerah berawan tanpa ikon hujan.
Kondisi berawan hingga cerah berawan juga diprakirakan terjadi di Pasuruan, Probolinggo, Bondowoso, Situbondo, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan, serta Kota dan Kabupaten Mojokerto.
Dalam infografik tersebut, suhu tertinggi mencapai 36 derajat Celsius di Kabupaten Mojokerto.
Masyarakat Diminta Memantau Pembaruan Cuaca
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore hingga malam hari, dapat memperhatikan potensi perubahan cuaca di wilayah masing-masing.
Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Karena itu, masyarakat disarankan memantau pembaruan informasi melalui laman resmi BMKG Juanda (*)
Komentar