Job Fair Sidoarjo Tak Berakhir di Hari Bursa Kerja, Disnaker Pantau Seleksi hingga Akhir 2026
Sidoarjo - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo akan memantau proses seleksi pencari kerja pada Job Fair Hybrid 2026 hingga akhir tahun. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan peserta melanjutkan tahapan rekrutmen terhadap para pelamar.
Kepala Disnaker Sidoarjo Dwi Eko Saptono mengatakan, proses seleksi perusahaan tidak langsung selesai setelah kegiatan bursa kerja berlangsung.
Perusahaan masih memiliki waktu untuk melakukan seleksi hingga akhir 2026, sementara Disnaker akan memantau proses tersebut.
Dwi Eko juga menyoroti ketidaksesuaian antara kebutuhan perusahaan dan ketersediaan tenaga kerja yang sesuai. Ia menggambarkan persoalan itu dengan ungkapan, “Tetuku sing tuku ora teka-teka, sing dituku ya ora tuku-tuku.”
Ungkapan tersebut menggambarkan situasi ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, tetapi belum tentu menemukan kandidat yang sesuai. Di sisi lain, pencari kerja juga menghadapi tantangan untuk mendapatkan pekerjaan.
Seleksi Berlanjut Setelah Pendaftaran Ditutup
Job Fair Hybrid 2026 resmi dibuka di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur, Sidoarjo, Selasa, 3 November 2026. Kegiatan ini melibatkan 60 perusahaan dengan total 4.246 lowongan kerja yang tersebar dalam 298 jenis jabatan.
Pendaftaran dan pengajuan lamaran secara daring telah dibuka sejak 29 Oktober dan berlangsung hingga 5 November 2026. Setelah masa pendaftaran berakhir, perusahaan peserta melanjutkan proses seleksi terhadap para pelamar.
Disnaker Sidoarjo akan memantau proses rekrutmen tersebut hingga akhir 2026. Dengan demikian, tahapan setelah bursa kerja menjadi bagian yang perlu diperhatikan, bukan hanya jumlah lowongan yang ditawarkan selama kegiatan berlangsung.
Lowongan Kerja Dalam Negeri hingga Luar Negeri
Ribuan lowongan dalam Job Fair Hybrid 2026 mencakup kesempatan kerja di dalam negeri maupun penempatan ke luar negeri.
Salah satu kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar berasal dari posisi pengemudi taksi listrik, dengan 800 lowongan. Sementara itu, PT KMI menyediakan 1.400 lowongan untuk penempatan kerja di sejumlah negara Asia.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas. Pelibatan tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Disnaker Soroti Persoalan Kebutuhan Tenaga Kerja
Dwi Eko menjelaskan, persoalan ketenagakerjaan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lowongan. Perusahaan juga menghadapi tantangan menemukan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan, sementara pencari kerja membutuhkan akses terhadap kesempatan kerja.
Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Sidoarjo Subandi yang dibacakan Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo M. Ainur Rahman, pemerintah daerah menyampaikan komitmen untuk mengurangi pengangguran dan memenuhi target penciptaan 100.000 lapangan kerja.
Data ketenagakerjaan yang disampaikan dalam sambutan tersebut menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sidoarjo turun dari 6,49 persen pada 2024 menjadi 5,75 persen pada 2025. Meski menurun, angka tersebut masih termasuk yang tertinggi di Jawa Timur.
Dengan proses seleksi yang berlangsung hingga akhir 2026, Disnaker Sidoarjo akan memantau tindak lanjut rekrutmen perusahaan peserta Job Fair Hybrid 2026. Tahapan ini menjadi kelanjutan dari upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. (*)
Komentar