SAPAJATIM
EKONOMI

Desa Wisata Jatim Disiapkan Tembus Pasar Global, Produk Lokal Jadi Andalan

sapajatim · 22 Oktober 2026 11:01 WIB
Desa Wisata Jatim Disiapkan Tembus Pasar Global, Produk Lokal Jadi Andalan
Desa Wisata Jawa Timur, promosi potensi lokal hingga pasar global (Dok. Kominfo Jatim)

Surabaya - Pengembangan desa wisata di Jawa Timur terus diarahkan untuk memperkenalkan potensi dan kearifan lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Penguatan produk wisata, standar pelayanan, dan aksesibilitas menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing destinasi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam talk show publik TVRI Jawa Timur bertajuk “Desa Wisata: Daya Lokal, Cerita Global” di Surabaya, Rabu 21 Oktober 2026. Forum ini membahas strategi pengembangan desa wisata melalui promosi digital, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan potensi lokal.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Dian Okta Yoshinta, mengatakan pengembangan desa wisata perlu berfokus pada peningkatan kualitas produk dan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kedua aspek tersebut dinilai penting untuk memperluas promosi dan memperkuat daya tarik destinasi.

“Kami tetap berfokus pada pengembangan produk wisata dan peningkatan kapasitas SDM sehingga promosi desa wisata semakin luas dan berkembang, agar Jawa Timur tetap maju ke depannya,” ujar Dian.

Selain kualitas produk, pengelolaan destinasi yang baik dan keunikan daya tarik wisata juga menjadi perhatian. Aksesibilitas turut berperan penting agar desa wisata lebih mudah dijangkau dan menarik minat pengunjung.

Pengembangan desa wisata juga berkaitan dengan pelestarian lingkungan, terutama bagi desa-desa yang berada di sekitar kawasan hutan. Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Jawa Timur, Purnomo Probo Nugroho, menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung kehidupan masyarakat setempat.

“Bagi kami, mengelola hutan berarti menjamin keberlangsungan kehidupan. Hutan yang lestari menjadi panggung, sementara masyarakat desa adalah pencerita yang membawa potensi dan kekayaan lokal Jawa Timur kepada dunia. Harapan kami, setiap desa di tepi hutan bisa menjadi bagian dari cerita Jawa Timur yang dikenal lebih luas, dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Purnomo.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur, Damin, berharap desa wisata pada 2027 mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Aktivitas wisata diharapkan turut mendorong pembelian produk lokal dan menggerakkan usaha masyarakat.

“Harapannya, pada 2027 desa wisata di Jawa Timur tidak hanya menjadi destinasi untuk berwisata dan melepas penat, tetapi juga mampu mendorong aktivitas belanja yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, pengelolaan desa wisata dapat berjalan secara berkelanjutan dan ikon-ikon wisata daerah semakin berkembang serta memiliki daya tarik yang lebih kuat,” jelas Damin.

Melalui pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), desa wisata diharapkan dapat memperkuat rantai ekonomi lokal. Peningkatan aksesibilitas dan standar pelayanan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan.

Pengembangan tersebut diharapkan membuat desa wisata Jawa Timur semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara pada 2027. Di sisi lain, pengelolaannya tetap perlu memperhatikan kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat agar manfaat pariwisata dapat berlangsung secara berkelanjutan. (*)

Pewarta: Firman Dwi Ardiansyah
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - EKONOMI