Bupati Subandi Gerak Cepat Bantu Bedah Rumah Warga Kalimati Usai Terima Laporan dari Anggota DPRD Fraksi PKB
Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi bergerak cepat menindaklanjuti laporan anggota DPRD Sidoarjo Fraksi PKB, H. Pujiono, mengenai kondisi tiga rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik. Dua rumah dipastikan masuk jadwal renovasi November 2026, sementara satu rumah lainnya turut ditinjau setelah Pujiono menyampaikan langsung kondisinya kepada Bupati.
Sebelumnya, pada Senin, 2 November 2026, Pujiono meninjau kondisi rumah milik Atimah di RT 10 RW 2, Atim Prayitno di RT 12 RW 2 Dusun Krajan, serta rumah Watijah di Desa Kalimati. Ketiganya dinilai membutuhkan bantuan perbaikan karena kondisi tempat tinggal yang memprihatinkan.
Dalam peninjauan tersebut, Subandi memastikan rumah Atimah dan Atim segera direnovasi melalui program perbaikan RTLH yang dilaksanakan Baznas Sidoarjo.
“Dengan hasil sidak ini, kita lihat rumah Pak Atim nanti akan ada perbaikan segera,” ujar Subandi saat meninjau lokasi. Jumat, 6 November 2026.
Alokasi Renovasi Rp25 Juta
Bupati Subandi menjelaskan, renovasi rumah Atim akan dilakukan dengan penambahan jumlah kamar serta perbaikan kamar mandi. Anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan tersebut sekitar Rp25 juta.
“Biar nanti rumah ini bisa jadi dua kamar sekaligus. Kamar mandinya juga diperbaiki, ya. Dengan anggaran kurang lebih Rp25 juta,” imbuhnya.
Bupati menyebut rumah Atim tercatat sebagai penerima bantuan RTLH urutan ke-13 dalam daftar perbaikan bulan tersebut. Pemkab Sidoarjo menargetkan renovasi 15 rumah tidak layak huni setiap bulan.
“Rumah Pak Atim RTLH yang ke-13 yang masuk daftar perbaikan pada bulan ini. Nanti bulan 11 ini kita siapkan perbaikannya karena setiap satu bulan cuma 15 unit,” jelas Subandi kepada Atim.
Bantuan tersebut disambut haru oleh Atim. Ia mengaku sudah hampir 10 tahun tinggal di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan dan berharap bisa mendapatkan bantuan perbaikan.
“Sapunika, sampun hampir 10 tahun ngeh ngoten niki,” tuturnya.
Atim mengungkapkan, keinginan memperbaiki rumah sudah lama dipendam. Namun, kondisi kesehatannya yang mengalami asma kronis selama hampir 15 tahun membuatnya kesulitan memperbaiki rumah secara mandiri.
“Lek mengajukan perbaikan rumah niku hampir 10 tahun. Nggih dipoto-poto ngaten. Alhamdulillah sak niki saged diperbaiki,” ungkapnya.
Selama ini, Atim mengandalkan penghasilan seadanya dari menanam bunga pacar banyu di pinggir sungai. Bunga tersebut dijual di depan makam dekat rumahnya untuk kebutuhan warga yang berziarah.
Selain itu, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp600 ribu setiap bulan menjadi salah satu penopang kebutuhan hidup Atim bersama istrinya.
“Pendamelan nggih sak wontene. Sakniki nandur kembang teng pinggir kali,” ucapnya.
Pujiono Minta Rumah Watijah Ikut Mendapat Perhatian
Selain rumah Atimah dan Atim yang masuk agenda awal peninjauan, Pujiono juga mengajak Bupati Subandi melihat rumah Watijah yang lokasinya berjarak sekitar 200 meter dari rumah Atimah.
Rumah Watijah sebelumnya tidak tercantum dalam agenda sidak Bupati. Namun, Pujiono tetap menyampaikan kondisi rumah tersebut karena menilai penghuninya juga membutuhkan bantuan perbaikan.
Pujiono mengatakan, dirinya telah menyampaikan tiga rumah warga yang membutuhkan bantuan bedah rumah kepada bupati. Namun, dalam agenda peninjauan awal hanya dua lokasi yang tercantum.
“Setelah saya tahu tidak ada nama Ibu Watijah dalam agenda sidak Pak Bupati, saya langsung sampaikan ke Pak Bupati bahwa kondisi rumah Ibu Watijah sangat memprihatinkan. Alhamdulillah, Pak Bupati berkenan dan langsung jalan untuk melihat,” ujar Pujiono.
Ia mengapresiasi kesediaan Bupati Subandi meninjau langsung rumah Watijah meskipun lokasi tersebut tidak masuk agenda awal.
“Saya sudah sampaikan ke Pak Bupati bahwasanya ada tiga lokasi rumah tidak layak huni di Desa Kalimati, tapi kok terjadwal dua titik. Tapi untungnya Pak Bupati berkenan saya ajak melihat rumah Ibu Watijah. Dan insyaallah Pak Bupati akan membantu tiga keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni tersebut,” tambah politisi senior PKB asal Krian itu.
Sementara itu, Kepala Desa Kalimati, Kisno Mulyo, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo karena aspirasi warga mengenai kondisi rumah tidak layak huni mendapat perhatian dan tindak lanjut.
Ia mengatakan, pemerintah desa sebelumnya telah beberapa kali mengusulkan bantuan perbaikan rumah bagi warga. Menurutnya, peninjauan langsung oleh Bupati menjadi perkembangan penting bagi warga yang membutuhkan bantuan.
Kisno juga menyebut terdapat satu rumah tambahan yang ikut ditinjau setelah sebelumnya hanya dua lokasi masuk agenda. Ia berharap seluruh usulan warga dapat ditindaklanjuti.
Terkait rumah tambahan tersebut, Kisno menjelaskan bahwa pengusulan bantuan sebelumnya telah dilakukan atas nama anak dari penghuni rumah, yakni Masrohman. Saat ini, orang tuanya, Watijah, ikut tinggal di rumah tersebut karena kondisi pekerjaan dan penghasilan keluarga yang menurun.
Kisno berharap perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi rumah warga di Desa Kalimati dapat berlanjut hingga bantuan perbaikan benar-benar terealisasi.(*)
Komentar