SAPAJATIM
NEWS

Banjir dan Longsor Mengintai Kota Malang, Jalan Ahmad Yani hingga Bantaran Brantas Jadi Perhatian

sapajatim · 06 November 2026 20:16 WIB
Banjir dan Longsor Mengintai Kota Malang, Jalan Ahmad Yani hingga Bantaran Brantas Jadi Perhatian
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS (tengah) bersama jajaran TNI, BPBD, dan instansi terkait memeriksa perlengkapan penanganan bencana dalam Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Buring, Kota Malang (Dok. Istimewa)

Malang - Sejumlah kawasan di Kota Malang menjadi perhatian dalam antisipasi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan. Wilayah Blimbing dan Lowokwaru, termasuk Jalan Ahmad Yani dan Jalan Soekarno-Hatta, serta bantaran Sungai Brantas di Klojen, Kedungkandang, dan Sukun masuk dalam pemantauan potensi genangan dan longsor.

Pemetaan kawasan rawan tersebut disampaikan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS saat memimpin Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Lapangan Buring, belakang GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang, Jumat, 6 November 2026.

Danang mengatakan, perubahan cuaca dan peningkatan curah hujan berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat maupun aktivitas perkotaan. Karena itu, langkah antisipasi perlu disiapkan sebelum bencana terjadi.

“Perubahan cuaca dan meningkatnya curah hujan berpotensi menimbulkan gangguan keselamatan masyarakat maupun aktivitas perkotaan maka diperlukan langkah antisipasi yang terencana dan terpadu,” ungkap Danang.

Jalan Ahmad Yani dan Suhat Jadi Perhatian

Menurut Danang, pengalaman kejadian pada musim hujan sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kawasan yang membutuhkan pemantauan lebih intensif.

Sejumlah titik rawan genangan di Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru menjadi perhatian. Lokasi tersebut antara lain Jalan Ahmad Yani dan Jalan Soekarno-Hatta atau kawasan Suhat.

Selain kawasan jalan perkotaan, bantaran Sungai Brantas yang melintasi wilayah Klojen, Kedungkandang, dan Sukun juga masuk dalam pemantauan.

Perhatian khusus diberikan pada lokasi dengan kondisi tebing dan kontur tanah yang berpotensi mengalami longsor.

“Jangan sampai kita baru bergerak setelah bencana terjadi. Kita harus hadir lebih awal untuk mencegah, mengantisipasi, dan meminimalkan dampaknya,” tegas Danang.

Sebanyak 357 Personel Gabungan Disiagakan

Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Polresta Malang Kota menggelar apel yang melibatkan 357 personel gabungan dari unsur kepolisian dan instansi terkait.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 172 personel berasal dari Polresta Malang Kota. Sementara 185 personel lainnya merupakan gabungan unsur eksternal dan instansi terkait.

Apel tersebut sekaligus menjadi sarana pengecekan kesiapan personel, kendaraan operasional, serta perlengkapan penanganan bencana.

Usai apel, dilakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, mulai kendaraan operasional, peralatan pencarian dan pertolongan atau SAR, ambulans, perlengkapan medis, hingga fasilitas pendukung tanggap darurat lainnya.

Danang juga meminta jajaran kewilayahan bersama BPBD dan instansi terkait meningkatkan pemantauan terhadap titik-titik rawan bencana.

Informasi mengenai potensi bahaya harus segera disampaikan kepada masyarakat agar langkah pencegahan maupun evakuasi dapat dilakukan sedini mungkin.

Keselamatan Warga Jadi Prioritas

Dalam penanganan bencana, Danang menekankan pentingnya kecepatan respons dan koordinasi lintas instansi.

TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, relawan, serta seluruh pemangku kepentingan diminta memahami tugas masing-masing dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, keterpaduan seluruh unsur menjadi faktor penting agar penanganan bencana berjalan efektif, terukur, dan tidak terlambat.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Berikan bantuan secara cepat, amankan lokasi terdampak, lakukan pengaturan lalu lintas apabila diperlukan, serta siapkan evakuasi bagi warga di wilayah berisiko,” pesannya.

Kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi di Kota Malang selama musim hujan. (*)

Pewarta: Firman Dwi Ardiansyah
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS