SAPAJATIM
NEWS

Petrokimia Gresik Siapkan 443.436 Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam di Jatim

sapajatim · 15 Oktober 2026 20:21 WIB
Petrokimia Gresik Siapkan 443.436 Ton Pupuk Subsidi Jelang Musim Tanam di Jatim
PT Petrokimia Gresik menyiapkan 443.436 ton pupuk bersubsidi hasil produksi perusahaan untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional menjelang musim tanam Oktober 2026–Maret 2027 (Dok. Petrokimia Gresik)

Gresik, sapajatim - PT Petrokimia Gresik menyiapkan 443.436 ton pupuk bersubsidi hasil produksi perusahaan untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional menjelang musim tanam Oktober 2026–Maret 2027. Stok tersebut diklaim berada di atas ketentuan safety stock yang ditetapkan pemerintah.

Kesiapan pasokan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga ketersediaan pupuk menjelang periode tanam, termasuk bagi petani di Jawa Timur. Namun, angka 443.436 ton tersebut merupakan stok yang disiapkan untuk kebutuhan nasional, bukan alokasi khusus untuk provinsi ini.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan ketersediaan pupuk menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran musim tanam. Perusahaan berupaya menjaga kesiapan produksi dan stok melalui optimalisasi operasional serta koordinasi dengan berbagai pihak.

“Paling utama kebutuhan petani itu tercukupi, tidak ada kendala apalagi pada saat musim tanam. Petani dapat mengoptimalkan stok pupuk bersubsidi ini sebaik-baiknya. Ini merupakan bentuk dukungan Petrokimia Gresik dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Daconi di Gresik, Senin, 12 Oktober 2026.

Rincian Stok Pupuk Subsidi Petrokimia Gresik

Stok pupuk bersubsidi yang disiapkan perusahaan terdiri atas 261.858 ton NPK Phonska, 95.645 ton Urea, 70.054 ton pupuk organik Petroganik, 11.763 ton SP-36, dan 4.116 ton ZA. Jika dijumlahkan, kelima jenis pupuk tersebut mencapai 443.436 ton.

Selain menjaga ketersediaan pasokan, Petrokimia Gresik mendorong penerapan pemupukan berimbang untuk mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan. 

Perusahaan menyebut hasil pengujian terhadap 40.282 sampel tanah di 27 provinsi sejak 2016 menunjukkan 91,9 persen sampel memiliki kandungan karbon organik rendah.

Karbon organik berperan dalam menjaga struktur tanah, mendukung aktivitas mikroorganisme, dan membantu ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Karena itu, kesehatan tanah menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pemupukan dapat mendukung produktivitas lahan dalam jangka panjang.

Pemupukan Berimbang dan Sistem Digital

“Pupuk yang tersedia harus dimanfaatkan secara tepat. Selain memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman, kita juga perlu menjaga kesehatan tanah agar tetap produktif. Karena itu, penggunaan pupuk organik dan anorganik secara berimbang menjadi penting, bukan hanya untuk hasil panen saat ini, tetapi juga untuk keberlanjutan pertanian ke depan,” jelas Daconi.

Sebagai salah satu contoh penerapan pemupukan berimbang pada tanaman padi, Petrokimia Gresik memperkenalkan pola 5:3:2. Pola ini menggunakan 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram pupuk NPK, dan 200 kilogram pupuk Urea untuk lahan seluas satu hektar.

Penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, kondisi tanah, dan rekomendasi teknis pertanian setempat. Dengan demikian, pola tersebut tidak otomatis menjadi rekomendasi seragam untuk seluruh lahan pertanian.

Untuk menjaga kesinambungan pasokan, perusahaan juga mengoptimalkan sejumlah sistem digital, yakni Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

Sistem tersebut mendukung pengelolaan pergudangan, koordinasi transportasi, serta aktivitas kepelabuhanan yang berkaitan dengan pasokan bahan baku dan proses produksi. Optimalisasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kelancaran operasional ketika kebutuhan pupuk meningkat pada musim tanam.

Daconi menegaskan, kesiapan produksi dan pengelolaan pasokan tetap menjadi perhatian perusahaan agar kebutuhan petani dapat terus terpenuhi.

“Sebagai produsen pupuk, tanggung jawab kami adalah memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pasokan agar kebutuhan petani dapat terus terpenuhi. Kami ingin kontribusi Petrokimia Gresik tidak hanya membantu kelancaran musim tanam, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional,” tutup Daconi.(*)

Pewarta: Shafi Syuhada
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS