KH. Zakariya Al-Ansori Siap Jadi Ketua PCNU Situbondo jika Mendapat Amanah
Situbondo, sapajatim - Dinamika kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Situbondo mulai menjadi perhatian. KH. Zakariya Al-Ansori, S.Ag., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo, menyatakan siap menjadi Ketua PCNU Situbondo apabila mendapat kepercayaan dan amanah dari organisasi.
Pernyataan tersebut disampaikan KH. Zakariya saat diwawancarai mengenai kesiapannya apabila dipercaya memimpin NU di tingkat cabang. Ia memandang jabatan dalam organisasi sebagai tanggung jawab sekaligus bentuk pengabdian kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama dan warga Nahdliyin.
“Pada prinsipnya, saya siap apabila diberikan amanah dan kepercayaan untuk menjadi Ketua PCNU Situbondo. Bagi saya, jabatan dalam organisasi bukan sekadar kedudukan, melainkan tanggung jawab dan bentuk pengabdian kepada jam’iyah Nahdlatul Ulama, para kiai, serta seluruh warga Nahdliyin," kata Kiai Zakariya.
Menurut KH. Zakariya, kepemimpinan NU perlu dibangun di atas semangat khidmah atau pengabdian, menjaga persatuan, serta memperkuat peran organisasi dalam kehidupan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Kepemimpinan juga menuntut komitmen untuk merawat tradisi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah sekaligus menjawab tantangan zaman.
Sebagai Wakil Katib PCNU Situbondo, KH. Zakariya menjadi bagian dari struktur kepengurusan yang turut menjaga keberlangsungan jam’iyah. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan Nahdlatul Ulama.
Ia menilai kepemimpinan PCNU ke depan perlu diarahkan pada penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas pelayanan kepada warga Nahdliyin, serta pengembangan kontribusi NU di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Yang paling penting bagi saya adalah bagaimana NU semakin kuat, solid, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah harus mengutamakan kepentingan jam’iyah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," ujarnya.
Kesiapan KH. Zakariya Al-Ansori menambah perhatian terhadap dinamika kepemimpinan NU di Situbondo. Meski demikian, penentuan Ketua PCNU tetap harus mengikuti mekanisme organisasi dan ketentuan resmi Nahdlatul Ulama.
Bagi warga Nahdliyin, proses kepemimpinan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga tradisi keislaman, serta memastikan keberlanjutan kontribusi NU dalam kehidupan masyarakat. (*)
Komentar