SAPAJATIM
NEWS

Sempat Putus Sekolah karena Biaya, Aisyah Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Pemkot Surabaya

sapajatim · 12 Oktober 2026 19:58 WIB
Sempat Putus Sekolah karena Biaya, Aisyah Kembali Bersekolah Berkat Bantuan Pemkot Surabaya
Eri Cahyadi saat menindaklanjuti aduan keluarga Aisyah terkait kendala melanjutkan pendidikan di Surabaya.

Surabaya, sapajatim - Aisyah, anak yang sempat berhenti sekolah karena terkendala biaya, dipastikan dapat melanjutkan pendidikan secara gratis setelah mendapat bantuan Pemerintah Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun tangan menindaklanjuti aduan keluarga Aisyah melalui Hotline Lapor Cak Eri.

Aduan tersebut disampaikan Rahayu, tante Aisyah, yang mengkhawatirkan masa depan keponakannya setelah terpaksa berhenti sekolah. Ibu Aisyah, Dwi, merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai penjaga kantin dengan penghasilan Rp45.000 per hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Eri mendatangi langsung kediaman Aisyah untuk mengetahui kondisi keluarga dan kendala yang dihadapi dalam melanjutkan pendidikan.

Dari peninjauan itu diketahui Aisyah sebelumnya bersekolah hingga kelas 2 SMP di SMP Kawung 2. Namun, keterbatasan ekonomi membuat pendidikannya terhenti.

Upaya keluarga untuk memindahkan Aisyah ke sekolah dengan biaya lebih terjangkau juga sempat terkendala administrasi. Data siswa dari sekolah sebelumnya belum dipindahkan sehingga proses perpindahan belum dapat diselesaikan.

Dibantu Melanjutkan Sekolah melalui BOPDA

Setelah mengetahui persoalan tersebut, Eri berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait. Hasilnya, Aisyah dipastikan dapat melanjutkan pendidikan secara gratis di salah satu SMP di kawasan Krembangan melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPDA).

Eri berharap kesempatan tersebut dapat membantu Aisyah kembali belajar dan mencegah anak-anak lain mengalami persoalan serupa.

“Semangat sekolahnya, Aisyah ini adalah contoh agar tidak ada lagi anak-anak di Surabaya yang putus sekolah atau tidak bisa melanjutkan pendidikan. Surabaya bisa maju di tangan anak dan cucu kita. Semoga tidak ada lagi Aisyah-Aisyah yang lain. Kalaupun ada, tentu akan kita bantu dan sekolahkan,” kata Eri, Senin 12 Oktober 2026.

Ia juga berpesan agar Aisyah belajar dengan tekun untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pemkot Surabaya, menurut Eri, berkomitmen mendampingi pendidikan Aisyah hingga jenjang SMA, bahkan perguruan tinggi.

“InsyaAllah akan kita dampingi sampai SMA dan kuliah, supaya tidak putus sekolah lagi,” ujarnya.

Keluarga Bersyukur Aduan Ditindaklanjuti

Rahayu mengaku bersyukur setelah aduan yang disampaikan melalui pesan langsung atau direct message (DM) kepada Eri mendapat tindak lanjut. Ia berharap keponakannya dapat kembali bersekolah dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

“Saya cuma ingin Aisyah bisa sekolah supaya bernasib lebih baik dari orang tuanya. Saya mikir kalau tidak sekolah mau kerja apa di zaman sekarang. Akhirnya saya kirim pesan (DM) cerita ke Pak Eri, dan bersyukur langsung didatangi,” ujar Rahayu.

Aisyah juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali bersekolah. Sebelumnya, ia sempat merasa tidak memiliki pilihan ketika kondisi ekonomi keluarga membuatnya tidak dapat melanjutkan pendidikan.

“Aku sebenarnya ingin sekali sekolah, tapi kalau tidak bisa ya bagaimana lagi, ibu juga sudah berusaha. Alhamdulillah dibantu Pak Eri. Aku tidak tahu kalau tidak sekolah ke depannya bagaimana,” tutur Aisyah.

Aisyah berharap dapat belajar dengan baik, meraih cita-cita, dan kelak membantu membiayai pendidikan adik-adiknya.

Kasus ini memperlihatkan bagaimana kendala ekonomi dan administrasi dapat menghambat keberlanjutan pendidikan anak. Tindak lanjut terhadap aduan keluarga menjadi salah satu jalan untuk membantu Aisyah kembali memperoleh akses pendidikan. (*)

Pewarta: Shafi Syuhada
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS