SAPAJATIM
NEWS

Tak Sekadar Data, Bulak Banteng Gunakan Pemetaan Warga untuk Tangani Rutilahu hingga Pengangguran

sapajatim · 29 September 2026 23:46 WIB
Tak Sekadar Data, Bulak Banteng Gunakan Pemetaan Warga untuk Tangani Rutilahu hingga Pengangguran
Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Jawa Timur, masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 (Dok. Humas Pemkot Surabaya)

Surabaya, sapajatim – Data warga di Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, tidak berhenti sebagai catatan administrasi. Data yang diperbarui dan diverifikasi digunakan untuk membaca persoalan warga sekaligus menentukan bentuk intervensinya.

Salah satu hasilnya terlihat pada penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sebanyak 26 kepala keluarga menjadi sasaran dan seluruhnya telah mendapatkan intervensi melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Cara kerja tersebut juga digunakan untuk mengidentifikasi anak yang berpotensi putus sekolah, pengangguran, hingga lansia tunggal. Untuk warga yang menganggur, misalnya, data digunakan sebagai pintu untuk mengarahkan mereka ke program ASSik Surabaya maupun peluang pekerjaan dari pengembang dan sektor swasta di sekitar Bulak Banteng.

Lurah Bulak Banteng Mat Lilla mengatakan kondisi sosial ekonomi warga dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, data tidak bisa diperlakukan sebagai catatan yang statis.

“Data itu dinamis. Kondisi masyarakat bisa berubah karena berbagai faktor. Karena itu, pembaruan dan verifikasi harus terus dilakukan agar kebijakan dan intervensi pemerintah tetap sesuai dengan kondisi warga,” ujarnya. Selasa, 29 September 2026.

Ketika Data Menentukan Sasaran

Proses tersebut dilakukan dengan memeriksa kembali kondisi warga di lapangan. Data administratif kemudian dibandingkan dengan kondisi faktual untuk melihat apakah kondisi sosial ekonomi warga masih sesuai dengan data yang tersedia.

Dari proses itu, kelurahan dapat memetakan kebutuhan yang berbeda. Persoalan rumah tidak layak huni membutuhkan intervensi berbeda dengan warga yang kehilangan pekerjaan atau lansia yang tinggal seorang diri.

Pada penanganan Rutilahu, misalnya, 26 kepala keluarga yang masuk sasaran telah mendapatkan intervensi. Penanganannya melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat melalui kolaborasi pentahelix.

Pola serupa diterapkan untuk persoalan lain. Anak yang berpotensi putus sekolah diidentifikasi untuk kemudian mendapatkan penanganan, sementara sektor swasta dan program pemerintah dimanfaatkan untuk membuka akses bagi warga yang membutuhkan pekerjaan.

Data Harus Berujung pada Keputusan

Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan, program Desa Cantik tidak hanya melihat apakah sebuah kelurahan memiliki data. Ada tiga aspek utama yang dinilai, yakni tata kelola, kapasitas statistik, dan manajemen data.

“Pada aspek manajemen data, misalnya, indikator yang dinilai meliputi ketersediaan data, kualitas data, akses data, pemutakhiran data, dan kebermanfaatan data,” kata Arrief.

Menurutnya, seluruh indikator tersebut diperlukan agar data tidak sekadar tersedia, tetapi dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan. Pendampingan juga diperkuat melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, masyarakat, dan unsur lainnya.

Pendekatan inilah yang kemudian membawa Bulak Banteng masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Nasional program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Pendampingan program di kelurahan tersebut telah berlangsung sejak Juni 2026.

Namun, capaian nasional tersebut bukan satu-satunya ukuran. Bagi Bulak Banteng, tantangan berikutnya adalah memastikan data tetap diperbarui dan manfaatnya kembali dirasakan masyarakat.

Ke depan, kelurahan juga akan memperkuat sistem informasi melalui website, profil kelurahan, infografis, dan monografi. Langkah tersebut diarahkan agar informasi mengenai kondisi dan potensi wilayah tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga lebih mudah diakses masyarakat. (*)

Pewarta: Syaiful Bahri
Editor: Admin sapajatim
WA f m X ✈ in p

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS