PKB Sidoarjo Bidik 22 Kursi dan Menang Pilkada, Subandi Minta Kekuatan Tiap Dapil Dihitung
Sidoarjo, sapajatim – DPC PKB Sidoarjo memasang target besar untuk Pemilu 2029. Ketua DPC PKB Sidoarjo Rizza Ali Faizin menargetkan partainya meraih 22 kursi legislatif sekaligus memenangkan Pilkada Sidoarjo 2029.
Target tersebut disampaikan Rizza setelah jajaran pengurus DPC PKB Sidoarjo dan DPAC PKB di 18 kecamatan resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2031. Pengukuhan berlangsung di Sun Hotel Sidoarjo, Minggu 4 Oktober 2026, malam.
Rizza mengatakan pengukuhan struktur baru menjadi momentum untuk menyiapkan barisan dan strategi politik menuju kontestasi 2029.
“Ini menjadikan semangat kami bagaimana menyiapkan strategi, menyiapkan barisan untuk kerja-kerja politik untuk persiapan pemilu di 2029,” kata Rizza.
Ketika ditanya mengenai target politik, Rizza menyebut dua sasaran utama yang ingin dicapai PKB Sidoarjo.
“Ya, sesuai dengan arahan dari DPW PKB Jawa Timur, kita target untuk pemilu legislatif adalah 22 kursi dan menang di Pilkada 2029,” ujarnya.
Regenerasi Jadi Bagian Strategi PKB
Untuk mengejar target tersebut, Rizza mengatakan PKB Sidoarjo tidak hanya mengandalkan struktur yang sudah terbentuk. Regenerasi juga menjadi bagian dari strategi organisasi.
Ia menyebut sekitar 70 persen ketua PKB di 18 kecamatan berusia 40 tahun ke bawah. Komposisi tersebut, menurut Rizza, menjadi modal untuk menghadapi perubahan karakter pemilih sekaligus memanfaatkan bonus demografi.
“Dari 18 kecamatan itu ada 70 persen adalah dari kawula milenial usia 40 tahun ke bawah. Itu menjadikan semangat dengan adanya bonus demografi. Ini adalah semangat kita bagaimana meraup suara sebanyak mungkin khususnya di kawula milenial,” katanya.
Regenerasi tersebut akan dilanjutkan hingga tingkat desa melalui pembentukan musranting. PKB juga ingin melibatkan anak muda dalam pengawalan kebijakan daerah dan penyerapan aspirasi masyarakat.
Ruang komunikasi dengan kelompok muda, kata Rizza, salah satunya dibuka melalui Jumat Fraksi. Forum tersebut tidak hanya menerima aspirasi secara daring, tetapi juga memberi ruang bagi anak muda untuk datang langsung dan berdiskusi.
PKB juga menyiapkan ruang khusus anak muda di gedung baru yang akan dibangun di kawasan Bluru, belakang GOR Miti. Lantai bawah bangunan tersebut dirancang sebagai tempat cangkruk, jagongan, dan berdiskusi.
Subandi Minta Target 22 Kursi Dihitung dari Dapil
Target yang disampaikan Rizza kemudian mendapat catatan dari Bupati Sidoarjo Subandi.
Mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo itu meminta target perolehan kursi tidak hanya ditetapkan sebagai angka, tetapi harus dihitung berdasarkan kekuatan partai di masing-masing dapil.
Menurut Subandi, PKB perlu memiliki perhitungan yang lebih rinci untuk mengetahui kemampuan partai di enam dapil yang ada di Sidoarjo.
“Kita harus punya konsultan politik di mana bisa menghitung tiap-tiap dapil, ini kemampuan kita punya berapa, kekuatan dapil 1 berapa, dapil 2 berapa, dan sampai dapil 6,” ujar Subandi.
Subandi bahkan menyebut dapil 5 dan dapil 6 sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian. Ia meminta kekuatan dan kelemahan PKB di setiap wilayah dihitung sebelum target besar tersebut diterjemahkan menjadi strategi pemenangan.
“Kalau target PKB yang diberikan tadi 22, kemampuan 22 itu dari mana? Hari ini harus kita petakan,” katanya.
Dalam pidatonya, Subandi sempat menyebut angka 22 ketika mempertanyakan dasar perhitungan target.
Perbedaan penyebutan angka tersebut tidak mengubah inti pesan Subandi, yakni kebutuhan memetakan kekuatan PKB secara konkret di setiap dapil.
Subandi Ingatkan Kekompakan PKB
Selain meminta pemetaan kekuatan politik, Subandi mengingatkan pengurus baru agar menjaga kekompakan internal.
Ia menyinggung pengalaman perpecahan PKB pada 2024 sebagai pelajaran agar persoalan internal tidak kembali mengganggu konsolidasi partai.
“Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Bahwa peristiwa tahun 2024 ini harus kita ingat kembali. Gara-gara tukaran, PKB lepas,” kata Subandi.
Ia kemudian meminta seluruh jajaran DPC dan DPAC bekerja bersama menghadapi agenda politik mendatang.
Menurutnya, kekompakan struktur akan menjadi salah satu modal untuk mengejar target yang telah dipasang.
“Kalau ini kompak, gampang Sidoarjo, ya,” ujarnya.
Subandi juga mengingatkan bahwa dirinya memiliki pengalaman sebagai Ketua DPC PKB Sidoarjo selama empat tahun. Pengalaman tersebut, kata dia, terus diberikan kepada kepengurusan PKB saat ini.
Ia mengaku masih memiliki ikatan kuat dengan PKB karena perjalanan politiknya tidak terlepas dari partai tersebut.
“Karena adalah PKB rahimnya NU, tentu kita sebagai yang telah dilahirkan oleh Partai Kebangkitan Bangsa, saya bisa masuk pendopo, saya bisa jadi bupati, ini tidak lepas dari perannya PKB,” ujar Subandi.
Karena itu, Subandi mengatakan dirinya tidak bisa begitu saja meninggalkan PKB. Namun, ia juga menjelaskan bahwa dirinya kini memiliki pertimbangan lain karena keluarga dan aktivitas bisnisnya.
“Hari ini mohon izin, banyak yang tanya, ‘Pak Bupati, kapan balik hijau?’ Bojoku wis hijau, anakku wis hijau,” katanya.
Target 2029 dan Peta Kekuatan
Pengukuhan DPC dan DPAC PKB Sidoarjo periode 2026–2031 dihadiri Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslachah, jajaran PCNU Sidoarjo, serta sejumlah ulama dan tokoh masyarakat.
Bagi PKB Sidoarjo, kepengurusan baru menjadi pijakan untuk mempersiapkan Pemilu dan Pilkada 2029.
Namun, target 22 kursi yang dipasang Rizza kini juga disertai pekerjaan rumah yang disebut Subandi: menghitung kekuatan partai secara lebih rinci di setiap dapil.
Dengan demikian, konsolidasi menuju 2029 tidak hanya menyangkut penambahan struktur dan kader muda, tetapi juga bagaimana PKB menerjemahkan target perolehan kursi menjadi peta kekuatan politik yang terukur di enam daerah pemilihan Sidoarjo. (*)
Komentar