SAPAJATIM
NEWS

Bukan Cuma Desember, Sejumlah Wilayah Jatim Diprediksi Baru Masuk Musim Hujan Januari 2027

sapajatim · 29 September 2026 23:19 WIB
Bukan Cuma Desember, Sejumlah Wilayah Jatim Diprediksi Baru Masuk Musim Hujan Januari 2027
Perkiraan musim hujan di Jawa Timur (Dok.Pexels)

Surbaya, sapajatim -- Sebagian besar wilayah Jawa Timur diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember 2026. Namun, sebagian kawasan di Jawa Timur diperkirakan masih harus menunggu hingga Januari 2027.

Keterlambatan itu menjadi bagian dari prediksi BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur terhadap awal musim hujan 2026/2027. Bahkan, terdapat sembilan Zona Musim (ZOM) yang awal musim hujannya diperkirakan mundur lebih dari dua bulan dari kondisi normal.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Timur Anung Suprayitno mengatakan, awal musim hujan di Jawa Timur pada November hanya terjadi di sebagian kecil wilayah.

“Kalau split tiga bulan, Jawa Timur sendiri awal musim hujan di bulan November hanya sebagian kecil saja yang akan memasuki musim hujan,” kata Anung. Selasa, 29 September 2026. 

Desember Tidak Serentak

Sebanyak 68 dari 74 ZOM di Jawa Timur atau sekitar 90,6 persen diprediksi memasuki musim hujan pada Desember 2026. Namun, waktunya tidak berlangsung bersamaan.

Pada dasarian pertama Desember, sebanyak 29 ZOM atau sekitar 44,6 persen wilayah daratan diprediksi mulai memasuki musim hujan. Kemudian, 28 ZOM atau 29,9 persen wilayah menyusul pada dasarian kedua.

Sementara itu, 11 ZOM atau 16,1 persen wilayah lainnya diprediksi baru memasuki musim hujan pada dasarian ketiga Desember.

“Desember terpecah menjadi tiga, ada yang dasarian pertama, kedua, dan ketiga,” ujar Anung.

Sebelumnya, pada November, hanya lima ZOM atau sekitar 8,5 persen wilayah daratan Jawa Timur yang diprediksi mulai memasuki musim hujan. Kondisi ini menunjukkan awal musim hujan tahun ini tidak terjadi serentak.

Ada yang Baru Masuk Januari 2027

Sejumlah kawasan, terutama di wilayah Tapal Kuda, diprediksi baru memasuki musim hujan pada Januari 2027. Situbondo menjadi salah satu daerah yang disebut karena secara klimatologis memiliki karakter relatif kering.

Selain itu, sembilan ZOM diprediksi mengalami keterlambatan awal musim hujan lebih dari dua bulan dari kondisi normal. Wilayah yang disebut dalam pemetaan BMKG antara lain Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Lumajang, dan Jember.

Keterlambatan tersebut berkaitan dengan kondisi iklim global. BMKG mencatat penguatan El Nino menjadi salah satu faktor yang memengaruhi mundurnya awal musim hujan di Jawa Timur.

El Nino Sangat Kuat

Indeks El Nino dalam tiga bulan terakhir, Juli hingga September, tercatat 2,63 dan masuk kategori sangat kuat. BMKG memperkirakan kondisi El Nino masih berlangsung hingga kuartal pertama 2027.

BMKG juga memantau kemungkinan interaksi El Nino dengan Indian Ocean Dipole (IOD). Saat ini IOD berada dalam kondisi netral, tetapi terdapat potensi bergerak positif hingga akhir 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ENSO dan IOD dapat memengaruhi pola musim, termasuk waktu datang dan lamanya musim hujan.

Meski demikian, monsun tetap menjadi faktor utama yang menentukan awal musim hujan dan musim kemarau di Jawa Timur. Karena itu, waktu masuk musim hujan dapat berbeda antara satu ZOM dengan ZOM lainnya.

Pewarta: Syaiful Bahri
Editor: Admin sapajatim
WA f m X ✈ in p

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS