SAPAJATIM
NEWS

Pemkab Sidoarjo Siapkan Dua Opsi Anggaran untuk Bantu TK Chairina Pasca Kebakaran

sapajatim · 20 Oktober 2026 07:00 WIB
Pemkab Sidoarjo Siapkan Dua Opsi Anggaran untuk Bantu TK Chairina Pasca Kebakaran
Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak KB/TK Islam Chairina di Dusun Tempuran, Desa Tarik, Kecamatan Tarik pasca kebakaran (Dok. Kominfo Sidoarjo)

Sidoarjo — Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atau Pemkab Sidoarjo menyiapkan dua alternatif anggaran untuk membantu perbaikan KB/TK Islam Chairina di Dusun Tempuran, Desa Tarik, Kecamatan Tarik, yang mengalami kebakaran pada Minggu, 18 Oktober 2026. 

Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan proses pengajuan bantuan akan dipantau agar perbaikan sekolah dapat segera dilakukan. Hal itu disampaikan saat melakukan inspeksi mendadak di sekolah tersebut pada Senin, 19 Oktober 2026. 

Dua alternatif yang disiapkan adalah Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Bupati sebagai langkah percepatan atau anggaran revitalisasi sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kita ada dua alternatif, alternatif pertama adalah kita pakai BKK. Bantuan keuangan khusus bupati ini sebagai percepatan,” ujar Subandi.

Menurut Subandi, pengajuan melalui anggaran revitalisasi juga perlu dipertimbangkan. Namun, prosesnya tidak boleh berlarut-larut karena sekolah tersebut merupakan tempat pendidikan bagi anak-anak.

Ia meminta perkembangan pengajuan melalui Dapodik dipantau. Jika dalam dua minggu usulan belum masuk, Pemkab Sidoarjo akan mempertimbangkan penanganan melalui BKK agar perbaikan sekolah dapat segera dilakukan.

Dalam kunjungan tersebut, Subandi juga menyoroti kondisi rumah warga di belakang sekolah. Atap rumah itu terlihat sudah banyak yang keropos sehingga membutuhkan perbaikan.

Subandi meminta kepala desa menyiapkan data identitas pemilik rumah dan mengawal proses bantuan agar rumah tersebut dapat diperbaiki menjadi tempat tinggal yang layak. Ia berharap rumah itu dapat melindungi penghuninya dari hujan dan memberikan kenyamanan saat cuaca panas.

Pemerintah daerah berupaya mempercepat proses administrasi bantuan sekolah agar perbaikan tidak tertunda terlalu lama. Namun, jadwal penyaluran bantuan dan dimulainya perbaikan masih bergantung pada proses pengajuan serta penetapan sumber anggaran.

“Nanti kita cek kalau dalam waktu dua minggu usulan ini (ke Dapodik) belum masuk lebih baik kita tangani sendiri biar anak-anak kita bisa segera sekolah,” terang Subandi. (*)

Pewarta: Syaiful Bahri
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS