SAPAJATIM
EKONOMI

CFD Sidoarjo Berhenti Saat Ramadan, Pedagang Minta Pemkab Cari Lokasi Alternatif

sapajatim · 02 Oktober 2026 20:19 WIB
CFD Sidoarjo Berhenti Saat Ramadan, Pedagang Minta Pemkab Cari Lokasi Alternatif
Asosiasi pedagang CFD Alun-alun Sidoarjo yang tergabung dalam Pedalindo saat melakukan audiensi dengan Bupati Sidoarjo (Dok. Sapajatim)

Sidoarjo, sapajatim - Pelaksanaan Car Free Day (CFD) Sidoarjo selama Ramadan menjadi perhatian pedagang yang selama ini menggantungkan omzet dari keramaian kawasan Alun-Alun Sidoarjo. Pedalindo meminta Pemkab Sidoarjo menyiapkan lokasi alternatif agar aktivitas jual beli tetap berjalan.

Aspirasi itu disampaikan dalam rapat evaluasi CFD bersama Bupati Sidoarjo Subandi, Kamis 1 Oktober 2026. Pedagang berharap lokasi pengganti tidak sekadar menyediakan tempat berjualan, tetapi juga memiliki jumlah pengunjung yang cukup.

“Kalau di MPP, pembelinya tidak seramai saat berjualan di Alun-Alun,” ungkap perwakilan Pedalindo dalam pembahasan tersebut.

Pengalaman itu menjadi pertimbangan pedagang. Mereka tidak ingin pemindahan lokasi kembali membuat lapak tersedia, tetapi pembelinya justru berkurang.

Pengalaman MPP Jadi Catatan


Persoalan lokasi sebenarnya sudah muncul saat Ramadan 2026. Ketika CFD dihentikan, pedagang Pedalindo sempat dipindahkan ke halaman Mall Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur.

Pedalindo kemudian mengadu ke DPRD Sidoarjo karena lokasi tersebut dinilai sepi pembeli. Dalam pertemuan itu, perwakilan Pedalindo menyebut jumlah pedagang yang datang bahkan lebih banyak dibanding kapasitas stan yang tersedia di MPP.

Junius Bram, Ketua Umum Pedalindo, juga pernah menyampaikan keberatan terhadap lokasi tersebut. “Kami pindah ke MPP itu sangat tidak menguntungkan,” ujarnya saat ditemui pada Februari 2026.

Keluhan itu kemudian menjadi pengalaman penting bagi pedagang. Bagi mereka, lokasi berjualan sangat menentukan karena transaksi bergantung pada arus pengunjung.

Pedagang akhirnya berharap pemerintah tidak hanya memikirkan tempat yang tersedia. Lokasi juga perlu mempertimbangkan akses, keramaian, dan potensi pembeli.

Minta Lokasi yang Tetap Ramai


Permintaan lokasi alternatif kembali muncul karena CFD menjadi salah satu ruang ekonomi bagi pedagang setiap akhir pekan. Ketika kegiatan dihentikan selama Ramadan, pedagang membutuhkan tempat lain untuk menjaga aktivitas usahanya.

Pengalaman tahun sebelumnya membuat Pedalindo berharap ada pembahasan lebih awal dengan Pemkab. Tujuannya agar lokasi alternatif tidak diputuskan secara mendadak.

Bagi pedagang, persoalannya sederhana. Mereka membutuhkan lokasi yang memungkinkan dagangan tetap bertemu pembeli.

Pemkab Sidoarjo sebelumnya memang menghentikan CFD selama Ramadan 2026. Kebijakan itu dilakukan untuk menghormati pelaksanaan ibadah Ramadan sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas. Setelah Ramadan, kegiatan CFD kembali berlangsung di kawasan Alun-Alun Sidoarjo.

Karena itu, Pedalindo meminta pengalaman relokasi ke MPP menjadi bahan evaluasi. Jika CFD kembali dihentikan saat Ramadan berikutnya, pedagang berharap Pemkab sudah menyiapkan lokasi yang lebih sesuai.

Yang dicari pedagang bukan sekadar tempat untuk membuka lapak. Mereka membutuhkan lokasi yang tetap menghadirkan keramaian dan peluang transaksi. (*)

Pewarta: Zulfa Fatin
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - EKONOMI