SAPAJATIM
NEWS

Air Tirta Baluran Dikeluhkan Kehitaman, Bupati Situbondo Minta Pengawasan Diperketat

sapajatim · 29 Oktober 2026 19:45 WIB
Air Tirta Baluran Dikeluhkan Kehitaman, Bupati Situbondo Minta Pengawasan Diperketat
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo saat melantik Akhmad Yulianto sebagai Dewan Pengawas Perumda Tirta Baluran di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki (Foto: Dok. Kominfo Situbondo)

Situbondo - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meminta Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Baluran, Akhmad Yulianto, mengawal perbaikan pelayanan setelah menerima keluhan warga mengenai air yang berwarna kehitaman. Pengawasan tersebut diharapkan memastikan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih menjadi prioritas perusahaan daerah.

Pesan itu disampaikan Mas Rio saat melantik Akhmad Yulianto sebagai Dewan Pengawas Perumda Tirta Baluran di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki, Kamis, 29 Oktober 2026.

“Fokus saya cuma satu: tidak mau mendengarkan ada respons yang negatif, feedback yang negatif dari masyarakat. Karena kita ini adalah pelayan,” kata Mas Rio.

Keluhan kualitas air menjadi perhatian

Mas Rio menegaskan, Perumda Tirta Baluran tidak boleh hanya berorientasi pada pengelolaan bisnis. Sebagai badan usaha milik daerah, perusahaan tersebut juga memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan air bersih dengan baik.

Ia mengaku masih menerima keluhan warga mengenai pelayanan perusahaan, termasuk persoalan air yang dikeluhkan berwarna kehitaman. Karena itu, ia meminta dewan pengawas memastikan masalah pelayanan mendapat perhatian serius dari jajaran perusahaan.

Meski demikian, penyebab perubahan warna air, wilayah yang terdampak, serta hasil pemeriksaan kualitas air belum dijelaskan dalam keterangan yang disampaikan saat pelantikan. Informasi tersebut diperlukan untuk mengetahui persoalan yang dialami pelanggan dan langkah penanganan yang dibutuhkan.

Mas Rio meminta pengawasan diarahkan pada kebutuhan masyarakat sebagai penerima layanan. Ia berharap perusahaan daerah mampu memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus merespons keluhan pelanggan secara lebih baik.

Target 50.000 pelanggan

Selain kualitas air, Mas Rio menyoroti perluasan jangkauan pelayanan Perumda Tirta Baluran. Ia menetapkan target jumlah pelanggan mencapai 50.000, sementara jumlah pelanggan saat ini sekitar 40.800.

“Targetnya 50.000, Pak Yuli, pelanggan. Namanya target harus dikerjakan,” ujarnya.

Dengan angka tersebut, perusahaan perlu menambah sekitar 9.200 pelanggan untuk mencapai target yang ditetapkan bupati.

Mas Rio juga menyinggung belum digunakannya layanan PDAM di Pendopo Pate Alos, Besuki. Ia mempertanyakan kondisi tersebut di tengah harapan agar Perumda Tirta Baluran mampu memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan kualitas air bersih.

Target penambahan pelanggan tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dikawal dewan pengawas bersama direksi. Perluasan layanan juga perlu disertai perhatian terhadap kualitas air dan kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Dewan pengawas kawal pelayanan dan keuangan

Akhmad Yulianto menyatakan akan mengawal kebijakan perusahaan, termasuk pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) bersama direktur Perumda Tirta Baluran.

Ia menegaskan, perusahaan daerah memiliki dua fungsi yang harus berjalan beriringan, yakni fungsi bisnis dan fungsi pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam hal pelayanan kita harus menjadi public service (servant leaders), harus terdepan dalam pelayanan,” kata Yulianto.

Selain pelayanan, ia akan mengawal perbaikan laporan keuangan perusahaan agar lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia berharap pengelolaan keuangan Perumda Tirta Baluran dapat mencapai opini wajar tanpa pengecualian.

Terkait target penambahan pelanggan, Yulianto menyatakan dewan pengawas akan bersinergi dengan direksi untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus mengawal pencapaian target yang telah ditetapkan.

“Jangkauan pelayanan akan terus kita bersama-sama bersinergi dan mengingatkan serta mengawal terus itu,” ujarnya. (*)

Pewarta: Shafi Syuhada
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS