Air Terjun Tumpak Sewu Tarik 96.334 Kunjungan Wisman, Jadi Primadona Wisata Lumajang
Lumajang - Air Terjun Tumpak Sewu mencatat 96.334 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Januari–September 2026. Angka tersebut mencapai sekitar 84,8 persen dari total 113.642 kunjungan wisman ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Lumajang dalam periode yang sama.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Yuli Annisa Haryono, menyebut total kunjungan wisatawan mancanegara tersebut merupakan akumulasi selama sembilan bulan pertama 2026.
“Total wisatawan mancanegara sampai September 2026 sebanyak 113.642 kunjungan,” ujar Yuli beberapa waktu lalu, Jumat 30 Oktober 2026.
Besarnya angka kunjungan itu menempatkan Air Terjun Tumpak Sewu di Kecamatan Pronojiwo sebagai destinasi dengan jumlah kunjungan wisman terbesar dalam data pariwisata Lumajang hingga September 2026.
Tumpak Sewu Mendominasi Kunjungan Wisman
Data Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang menunjukkan, dari total 113.642 kunjungan wisman, sebanyak 96.334 kunjungan tercatat di Tumpak Sewu.
Dengan demikian, sekitar delapan dari setiap sepuluh kunjungan wisman yang tercatat di sejumlah destinasi Lumajang terkonsentrasi di kawasan air terjun tersebut.
Tumpak Sewu dikenal melalui panorama air terjun yang membentang di antara tebing dan vegetasi hijau. Lanskap alam tersebut menjadi daya tarik utama kawasan wisata yang berada di Kecamatan Pronojiwo.
Angka kunjungan ini menggambarkan besarnya porsi Tumpak Sewu dalam data kunjungan wisatawan mancanegara di Lumajang. Namun, data tersebut merupakan jumlah kunjungan, bukan jumlah individu wisatawan yang berbeda.
Kunjungan ke Destinasi Lain
Selain Tumpak Sewu, sejumlah destinasi lain juga tercatat menerima kunjungan wisatawan mancanegara. Data yang disampaikan Dinas Pariwisata Lumajang mencatat 16.208 kunjungan di Kapas Biru, 891 kunjungan di Air Terjun Kapas Biru, 91 kunjungan di B29, dan 66 kunjungan di Ranu Regulo.
Angka tersebut menunjukkan perbedaan jumlah kunjungan yang cukup besar antara Tumpak Sewu dan destinasi lain dalam daftar tersebut.
Meski demikian, perbandingan ini perlu memperhatikan ketepatan pencatatan setiap destinasi. Nama Kapas Biru dan Air Terjun Kapas Biru perlu dikonfirmasi untuk memastikan keduanya merupakan entri yang berbeda dan tidak terjadi penghitungan ganda.
Promosi Wisata Lumajang
Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang terus melakukan promosi dan pemasaran destinasi wisata daerah. Upaya tersebut ditujukan untuk memperkenalkan potensi wisata Lumajang kepada pasar yang lebih luas.
Tingginya jumlah kunjungan wisman ke Tumpak Sewu menjadi salah satu data penting dalam melihat persebaran kunjungan wisatawan ke destinasi di Lumajang.
Sementara itu, data kunjungan ke destinasi lain dapat menjadi bahan evaluasi untuk memahami pola kunjungan wisatawan mancanegara.
Informasi mengenai jumlah kunjungan tersebut juga perlu dibaca sesuai cakupan dan periode pendataannya, yakni Januari hingga September 2026.
Data itu belum dengan sendirinya menjelaskan asal negara wisatawan, lama tinggal, pengeluaran selama berwisata, maupun dampak ekonomi yang diterima. (*)
Komentar