SAPAJATIM
NEWS

Tak Cuma Mencegah Serangan, Mahasiswa KCL Singhasari Dilatih Hadapi Peretasan

sapajatim · 03 Oktober 2026 12:03 WIB
Tak Cuma Mencegah Serangan, Mahasiswa KCL Singhasari Dilatih Hadapi Peretasan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menghadiri peluncuran dua program studi magister baru King’s College London (KCL) Singhasari, Kabupaten Malang, yakni LLM Digital Law dan MSc Advanced Cyber Security (Dok, Kominfo Jatim)

Malang, sapajatim - Mahasiswa program MSc Advanced Cyber Security di King’s College London (KCL) Singhasari tidak hanya belajar membangun pertahanan terhadap serangan siber. 

Program tersebut juga memadukan teori dan praktik agar mahasiswa memahami langkah yang diperlukan ketika sistem keamanan menghadapi serangan.

Program ini menjadi salah satu dari dua program magister baru yang diperkenalkan KCL Singhasari. Program lainnya adalah LLM Digital Law yang berfokus pada aspek hukum di ruang digital.

University Rector for Indonesia and Southeast Asia KCL Prof Simon Tanner mengatakan pembelajaran pada kedua program tersebut mengadopsi pengembangan kurikulum KCL dengan perpaduan teori dan praktik.

“Secara garis besar, pelaksanaan pendidikan akan memadukan pemberian teori dan praktik agar para mahasiswa yang nantinya lulus dapat memiliki pemahaman kuat, misalnya tentang bagaimana menjalankan mekanisme melindungi keamanan negara dari ancaman serangan siber,” jelas Simon di Malang, Jumat 2 Oktober 2026.

Angkatan Pertama Mulai 2027

Program MSc Advanced Cyber Security dan LLM Digital Law baru akan dibuka untuk mahasiswa pada September 2027. KCL Singhasari mendapat dukungan LPDP untuk program tersebut.

Jumlah mahasiswa pada angkatan awal diperkirakan sekitar 20–30 orang. Karena berstatus program magister, calon mahasiswa juga diwajibkan memiliki dasar keilmuan di bidang komputer.

KCL menyebut pengembangan program tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang keamanan siber dan hukum digital. 

KCL Singhasari sendiri saat ini telah menjalankan sejumlah program magister di bidang digital dan akan menambah Cyber Security serta Digital Law.

Bagi Simon, penguatan kemampuan keamanan siber tidak berhenti pada kemampuan membuat sistem pertahanan. 

Lulusan diharapkan memiliki keahlian yang dapat digunakan untuk membantu melindungi masyarakat dan organisasi di Indonesia.

“Para mahasiswa inilah yang nantinya akan menjadi pemimpin masa depan dalam bidang keamanan siber tingkat lanjut untuk Indonesia, menggunakan keahlian mereka untuk membantu melindungi masyarakat serta organisasi di Indonesia,” jelas Simon.

Tak Hanya untuk Mahasiswa

Pengembangan kapasitas juga tidak menutup kemungkinan dilakukan melalui pelatihan yang lebih singkat. 

KCL Singhasari tengah mempertimbangkan program bagi perusahaan atau organisasi yang membutuhkan peningkatan kemampuan keamanan siber tanpa harus mengikuti pendidikan magister penuh.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan keberadaan dua program baru tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan Jawa Timur. 

Menurutnya, kemampuan melindungi data dan keamanan digital juga dibutuhkan di tingkat nasional.

“Meskipun tempatnya di Singhasari, Malang, Jawa Timur, ini sebenarnya merupakan kebutuhan bangsa dan negara Indonesia. Kita harus memproteksi data dan keamanan, baik keamanan nasional, perbankan maupun sektor swasta,” ujar Khofifah.

Dengan pembukaan dua program tersebut, KCL Singhasari menempatkan pendidikan keamanan siber dan hukum digital sebagai bagian dari pengembangan kapasitas digital di Indonesia. Kedua program dijadwalkan mulai menerima mahasiswa pada September 2027. (*)

Pewarta: Shafi Syuhada
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS