Kemiskinan Banyuwangi Turun Jadi 6,13 Persen, Pemkab Gandeng BSI Perkuat Pendidikan dan Kesehatan
Banyuwangi, sapajatim - Persentase penduduk miskin Banyuwangi turun menjadi 6,13 persen pada 2025. Di tengah capaian tersebut, Pemkab Banyuwangi menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk untuk memperkuat program pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI Muhammad Arif Gunawan di Banyuwangi, Rabu, 7 Oktober 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin Banyuwangi pada Maret 2025 sebesar 6,13 persen, turun 0,41 poin persentase dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 6,54 persen. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 tercatat 100,13 ribu orang.
Regional CEO RO XII Surabaya Bali Nusra BSI Muhammad Arif Gunawan mengatakan BSI siap menjadi mitra strategis Pemkab Banyuwangi, terutama dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan kesehatan.
“Hari ini kita spesifik berbicara terkait konstelasi ekosistem kesehatan dan pendidikan. Kami akan mengolaborasikan pendayagunaan dana sosial BSI Maslahat agar berdampak tepat sasaran,” ujar Gunawan.
Di sektor kesehatan, dukungan yang disiapkan BSI mencakup penguatan sarana rumah sakit hingga puskesmas. Program sosial BSI juga diarahkan untuk penanganan stunting serta bantuan bagi pasien dari kelompok duafa.
Untuk sektor pendidikan, BSI menyiapkan program beasiswa bagi pelajar di Banyuwangi. Penyaluran beasiswa tersebut akan disinergikan dengan lembaga pendidikan formal maupun informal.
“Penyaluran dana beasiswa tersebut akan disinergikan bersama lembaga pendidikan formal maupun informal di Banyuwangi,” tuturnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiestiani menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, dukungan BSI dapat memperkuat program pemerintah daerah di bidang pendidikan dan kesehatan.
Pemkab Banyuwangi selama ini menjalankan sejumlah program di dua sektor tersebut. Di antaranya Beasiswa Banyuwangi Cerdas, Beasiswa Progresif, Garda Ampuh untuk menangani anak putus sekolah, Mall Orang Sehat, layanan jemput bola bagi warga yang membutuhkan perawatan, hingga penanganan stunting.
Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia. BPS mencatat IPM Banyuwangi pada 2025 mencapai 75,17, naik dari 74,30 pada 2024.
Ipuk mengatakan capaian pembangunan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak. Ia berharap dukungan BSI dapat memperkuat program yang telah berjalan dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
“Berkat kerja gotong royong ini, IPM meningkat menjadi 75,17, lebih tinggi jika dibandingkan wilayah Sekarkijang, kemiskinan kita juga turun menjadi 6,13 persen. Semoga dengan dukungan BSI, upaya-upaya yang kita lakukan ini semakin kuat dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Ipuk. (*)
Komentar