SAPAJATIM
EKONOMI

Hampir 11 Ribu Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon Gerakkan Ekonomi Rp74,78 Miliar

sapajatim · 04 Oktober 2026 23:54 WIB
Hampir 11 Ribu Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon Gerakkan Ekonomi Rp74,78 Miliar
Press Conference Surabaya ISOPLUS Marathon (Dok. Istimewa)
Surabaya, sapajatim - Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 memberi dampak ekonomi yang terukur bagi Kota Surabaya. Kajian LPEP FEB Universitas Airlangga memperkirakan event tersebut menghasilkan perputaran ekonomi Rp74,78 miliar dan membentuk kontribusi Rp41,47 miliar terhadap PDRB Surabaya.

Ajang yang digelar di kawasan Balai Kota Surabaya pada Minggu 4 Oktober 2026 itu memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Hampir 11 ribu peserta ambil bagian, berasal dari Surabaya, berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB Universitas Airlangga, Atik Purmiyati, mengatakan perputaran aktivitas ekonomi tersebut berasal dari berbagai pengeluaran selama kegiatan berlangsung.

Pengeluaran tersebut mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi hingga kebutuhan operasional. Aktivitas itu kemudian menggerakkan berbagai sektor barang dan jasa di Kota Surabaya.

“Selain perputaran aktivitas kegiatan ekonomi, kajian LPEP FEB Universitas Airlangga juga mengestimasi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya sebesar Rp41,47 miliar. Nilai tersebut merepresentasikan pembentukan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas produksi dan kompensasi tenaga kerja,” ujar Atik.

Dari total peserta, sebanyak 61,11 persen berdomisili di Surabaya. Sementara 38,89 persen lainnya berasal dari luar kota.

Kehadiran peserta dari luar Surabaya turut meningkatkan kebutuhan terhadap hotel, transportasi, makanan hingga aktivitas wisata. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perputaran ekonomi selama penyelenggaraan marathon.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan Surabaya ISOPLUS Marathon turut memberikan dampak terhadap sejumlah sektor ekonomi di Kota Pahlawan.

“Matur nuwun kali ini diadakan kembali Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Ini membuktikan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan untuk lari marathon di Indonesia. Dampaknya sangat luar biasa perputaran ekonominya,” ujar Eri.

Menurut Eri, aktivitas peserta ikut menggerakkan sektor transportasi, perhotelan hingga transaksi pelaku UMKM lokal. Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat dikembangkan dengan durasi lebih panjang.

“Semoga tahun depan lebih baik lagi, mungkin tidak hanya 1 hari tetapi 2 hari seperti yang terjadi di kota lain,” katanya.

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 mempertandingkan sejumlah kategori, yakni Full Marathon 42,195K, Half Marathon 21K, 10K, 5K dan Kids Dash.

Namun, penyelenggaraan tahun ini juga menghadapi perubahan kondisi cuaca. Panitia menggunakan indikator Wet Bulb Global Temperature (WBGT) untuk memantau kondisi selama perlombaan.

Saat kategori Marathon dimulai pukul 04.00 WIB, suhu tercatat 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 86,6 persen. Menjelang siang, indikator WBGT meningkat hingga 42–44 derajat Celsius dan sempat mencapai 48 derajat Celsius.

Atas pertimbangan keselamatan peserta, panitia kemudian menghentikan perlombaan setelah berkoordinasi dengan tim medis.

Meski demikian, kategori Full Marathon tetap mencatat pemenang. Pada kategori putra, Imanuel Hutasoit menjadi juara dengan waktu 2:34:19. Sementara kategori putri dimenangi Inarotul Carifah dengan catatan waktu 3:34:19.

Dengan hampir 11 ribu peserta dan perputaran ekonomi mencapai Rp74,78 miliar, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 menunjukkan bahwa event olahraga memiliki dampak yang lebih luas dari kompetisi. Aktivitas peserta dan penyelenggara turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu destinasi olahraga.

Pewarta: Shafi Syuhada
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - EKONOMI