SAPAJATIM
EKONOMI

Inflasi Gresik 3,19 Persen, Ini Kelompok Pengeluaran yang Paling Banyak Memberi Andil

sapajatim · 05 Oktober 2026 08:17 WIB
Inflasi Gresik 3,19 Persen, Ini Kelompok Pengeluaran yang Paling Banyak Memberi Andil
ILUSTRASI: Gresik mengalami inflasi 0,24 persen pada September, sedangkan inflasi sejak awal tahun mencapai 1,93 persen.

Gresik, sapajatim  – Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi bagian terbesar dalam membentuk inflasi Kabupaten Gresik pada September 2026. 

Kelompok tersebut memberikan andil 1,43 persen terhadap inflasi tahunan Gresik yang tercatat 3,19 persen.

Angka inflasi 3,19 persen itu merupakan perkembangan harga secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). 

Secara bulanan, Gresik mengalami inflasi 0,24 persen pada September, sedangkan inflasi sejak awal tahun mencapai 1,93 persen.

Data tersebut tercantum dalam Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kabupaten Gresik Nomor 21/10/3525/Th. VII tentang Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kabupaten Gresik September 2026 yang dirilis 1 Oktober 2026.

Bukan Hanya Kelompok Pangan

Pergerakan harga di Gresik tidak hanya dibentuk oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sejumlah kebutuhan dan layanan lain juga memberikan andil terhadap inflasi tahunan.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang berikutnya dengan andil 0,43 persen. Besaran tersebut menempatkannya sebagai salah satu kelompok dengan kontribusi terbesar setelah makanan, minuman, dan tembakau.

Perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil 0,38 persen. Sementara penyediaan makanan dan minuman/restoran menyumbang 0,28 persen.

Kelompok pendidikan juga memberikan kontribusi sebesar 0,22 persen. Angka tersebut menunjukkan perubahan harga tidak hanya tercermin pada kebutuhan konsumsi harian, tetapi juga pada sejumlah layanan yang digunakan masyarakat.

Kelompok Rumah Tangga hingga Komunikasi

Kontribusi berikutnya datang dari beberapa kelompok dengan andil yang lebih kecil.

Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga memberikan andil 0,14 persen. Pakaian dan alas kaki menyumbang 0,10 persen.

Sementara itu, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memberikan andil 0,09 persen. Kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan berada di angka 0,07 persen.

Dua kelompok lainnya memberikan kontribusi yang lebih rendah. Kesehatan tercatat memberikan andil 0,03 persen, sedangkan rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,02 persen.

Inflasi Gresik Masih Dipantau

Jika seluruh kelompok tersebut dilihat bersama, pergerakan inflasi Gresik pada September menunjukkan tekanan harga tersebar pada berbagai kebutuhan dan layanan masyarakat.

Namun, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap menjadi komponen dengan andil paling besar terhadap inflasi tahunan, yakni 1,43 persen.

Data inflasi tersebut menjadi bagian dari pemantauan perkembangan harga barang dan jasa di Kabupaten Gresik. 

Perubahan pada masing-masing kelompok pengeluaran memberikan gambaran mengenai dinamika harga yang dihadapi masyarakat.

Rilis tersebut disampaikan BPS Kabupaten Gresik dengan narasumber Bahrul Ulum, S.Si., MM., Statistisi Ahli Madya BPS Kabupaten Gresik.

Dengan inflasi tahunan sebesar 3,19 persen, perkembangan harga di Gresik pada September 2026 menunjukkan bahwa tekanan tidak terkonsentrasi pada satu jenis kebutuhan saja. 

Kelompok pangan menjadi yang terbesar, sementara transportasi, perawatan pribadi, restoran, pendidikan, hingga kebutuhan rumah tangga ikut membentuk angka inflasi daerah. (*)

Pewarta: Rohim Al mandzuri
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - EKONOMI