SAPAJATIM
NEWS

Pembangunan Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat Tertinggal 13 Persen, Harus Dikebut tapi Kualitas Tak Boleh Dikorbankan

sapajatim · 01 Oktober 2026 09:59 WIB
Pembangunan Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat Tertinggal 13 Persen, Harus Dikebut tapi Kualitas Tak Boleh Dikorbankan
Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana saat meninjau pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat (Dok. Humas Pemkab Sidoarjo)

Sidoarjo, sapajatim - Pembangunan Gedung Hemodialisis (HD) lantai 2 RSUD Sidoarjo Barat tertinggal 13 persen dari target progres. Pekerjaan harus dikebut agar rampung akhir Desember 2026, tetapi percepatan tidak boleh mengorbankan kualitas material dan konstruksi.

Keterlambatan tersebut dipengaruhi pengadaan sejumlah material pendukung. Di antaranya angkur dan scaffolding yang baru tersedia belakangan.

Material utama kini disebut sudah tersedia. Pihak pelaksana akan mengejar pekerjaan dengan menambah tenaga kerja dan jam lembur.

Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meminta percepatan tetap mengikuti spesifikasi pekerjaan. Ia juga mengecek langsung besi, beton, dan sejumlah material pendukung saat meninjau proyek tersebut, Rabu 30 September 2026.

“Karena ini menggunakan anggaran APBD, di mana anggaran APBD ini adalah dari dan untuk masyarakat. Jadi kalau membangun harus kualitasnya benar-benar sesuai spesifikasi. Tidak boleh asal-asalan,” tegasnya.

Pengawas Diminta Berani Menolak

Mimik meminta pengawas lebih ketat memeriksa material yang masuk ke proyek. Material yang tidak sesuai spesifikasi diminta tidak digunakan dan segera diganti.

“Pengawas harus mengawasi yang benar. Kalau tidak sesuai spesifikasi, bilang dan tolak! Kita pastikan material seperti besi sudah SNI, mutu beton uji tarik dan tekannya terpenuhi, dan pengerjaan dilakukan maksimal,” ujarnya.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan material yang digunakan telah memenuhi SNI. Spesifikasi material juga disebut sudah sesuai dengan ketentuan pekerjaan.

“Saya cek secara langsung mulai dari materialnya, sudah SNI semuanya. Sudah sesuai spesifikasi semuanya, cuman ada keterlambatan,” kata Mimik.

Dikebut dengan Tambahan Pekerja

Keterlambatan saat ini disebut mencapai 13 persen dari target progres 35 persen. Kondisi tersebut membuat pelaksana harus menambah tenaga kerja untuk mengejar pekerjaan.

Jam lembur juga akan ditambah. Ketersediaan material menjadi bagian lain yang dipastikan agar percepatan bisa berjalan.

Mimik mengatakan pekerjaan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.

“Insya Allah akhir Desember 2026 ini sudah selesai semua dan akan dikejar dengan penambahan pekerja, penambahan jam lembur, serta ketersediaan material,” ungkapnya.

Ada Skybridge hingga Penataan Lingkungan

Selain progres dan kualitas konstruksi, Mimik melihat bagian bangunan yang nantinya menghubungkan gedung lama dengan lantai 2 melalui skybridge.

Ia juga memberikan masukan mengenai lingkungan sekitar gedung. Beberapa yang diperhatikan antara lain pedestrian, ruang terbuka, masjid, dan pemilihan tanaman.

Penataan tersebut diminta tidak mengganggu bangunan maupun fasilitas yang sudah ada. Dengan waktu pengerjaan yang semakin terbatas, percepatan proyek tetap harus berjalan bersama pengawasan kualitas.

Targetnya bukan hanya gedung selesai tepat waktu. Hasil konstruksi juga harus memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan. (*)

Pewarta: Syaiful Bahri
Editor: sapajatim
WA f m X ✈ in p

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS