SAPAJATIM
LIFESTYLE

Rentetan Medali Muaythai Sidoarjo Jadi Modal Pemetaan Atlet Menuju Porprov 2027

sapajatim · 05 Oktober 2026 17:39 WIB
Rentetan Medali Muaythai Sidoarjo Jadi Modal Pemetaan Atlet Menuju Porprov 2027
Atlet Muaythai Sidoarjo saat menyabet medali dalam ajang Lamongan Muaythai Championship 1 (Dok. Istimewa)

Sidoarjo, sapajatim – Rentetan medali atlet Muaythai Sidoarjo dalam sejumlah kejuaraan kini menjadi bahan Pengurus Kabupaten Muaythai Indonesia (Pengkab MI) Sidoarjo untuk memetakan atlet dan kelas yang berpotensi diperkuat menuju Porprov Jawa Timur 2027.

Dalam dua kejuaraan yang berlangsung sekitar satu bulan terakhir, atlet Sidoarjo mengumpulkan sedikitnya 16 medali. Senin 5 Oktober 2026.

Hasil tersebut memberi gambaran lebih konkret mengenai perkembangan atlet sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kebutuhan pembinaan berikutnya.

Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Pengkab MI Sidoarjo Gunawan mengatakan hasil pertandingan diperlukan untuk membaca potensi atlet secara lebih terukur.

“Hasil pertandingan ini penting untuk membaca dan memetakan potensi atlet. Dari situ kami bisa mengevaluasi kelas, kemudian melihat apa yang perlu ditingkatkan, baik fisik maupun teknik,” kata Gunawan.

16 Medali dari Dua Kejuaraan

Perolehan tersebut salah satunya datang dari Lamongan Muaythai Championship 1. Dua camp asal Sidoarjo mengumpulkan total 14 medali dalam kejuaraan tersebut.

Lookman Camp menyumbang empat medali emas dan dua perak dari enam atlet yang diturunkan. Seluruh atlet yang tampil berhasil naik podium.

Sementara Black Ant Camp meraih tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu. Dari sembilan atlet yang mengikuti pertandingan, delapan di antaranya berhasil mendapatkan medali.

Tiga emas Black Ant Camp diraih Myiesha Shaqila Putri Yudira, Marlyn Mecca Asya, dan Ainur Maulana R.

Hasil positif kembali terlihat dalam Surabaya Rising Champion – Liga Muaythai Jawa Timur Seri III 2026. Dari tiga atlet Sidoarjo yang tampil, dua berhasil meraih medali.

Rahmad Fikri Baihaqi meraih emas pada kelas Elite 71 kilogram putra. Sementara Ainur Maulana R. mendapatkan perak di kelas Elite 51 kilogram putra.

Bagi Pengkab MI Sidoarjo, rangkaian pertandingan tersebut memberikan bahan evaluasi yang lebih luas karena atlet diuji dalam kelas dan situasi pertandingan yang berbeda.

Pemetaan Tidak Hanya Berdasarkan Medali

Gunawan menegaskan pemetaan atlet tidak dilakukan hanya dengan melihat siapa yang berhasil menjadi juara.

Kemampuan teknik, kondisi fisik, pengalaman bertanding, dan perkembangan masing-masing atlet ikut menjadi pertimbangan. 

Hasil evaluasi kemudian digunakan untuk melihat kelas yang perlu diperkuat serta atlet yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Tambahan jam terbang juga menjadi bagian dari proses tersebut. Tryout dan kejuaraan lain dibutuhkan untuk menguji perkembangan atlet sekaligus memberikan pengalaman menghadapi karakter lawan yang berbeda.

Dengan demikian, setiap hasil pertandingan dapat menjadi data pembinaan. Performa di atas ring tidak hanya dicatat sebagai hasil akhir, tetapi juga digunakan untuk memperbarui peta kekuatan atlet Sidoarjo.

Pelatih Muaythai Sidoarjo, Lukman, melihat perkembangan tersebut mulai muncul dalam beberapa aspek.

“Perkembangannya bagus. Bukan hanya dari menang atau medali, tetapi kematangan teknik, fisik, mental, dan keberanian juga mulai terlihat,” ujar Lukman.

Menurut dia, frekuensi pertandingan menjadi salah satu kebutuhan penting dalam proses pembentukan atlet. Pengalaman bertanding membuat atlet memiliki kesempatan untuk menguji kemampuan yang selama ini dibangun melalui latihan.

Porprov 2027 Jadi Ujian Berikutnya

Rangkaian prestasi tersebut kemudian diarahkan pada target yang lebih besar. Pengkab MI Sidoarjo ingin membangun komposisi atlet yang benar-benar siap bersaing ketika Porprov Jawa Timur 2027 berlangsung.

Ketua Pengkab Muaythai Indonesia Sidoarjo Muh. Zakaria Dimas Pratama mengatakan capaian dalam beberapa kejuaraan menjadi modal awal, tetapi belum boleh membuat pembinaan berhenti pada hasil saat ini.

“Medali hari ini adalah penyemangat, tetapi tujuan besarnya adalah membangun generasi juara,” kata Zakaria Dimas

Pengkab MI Sidoarjo akan memperkuat sinergi antarcamp, meningkatkan kualitas pelatih, melakukan pemetaan dan seleksi atlet, serta membuka lebih banyak kesempatan bertanding.

Targetnya bukan sekadar mengirim atlet ke Porprov. Muaythai Sidoarjo ingin memberikan kontribusi medali bagi daerah, terutama medali emas.

Karena itu, kejuaraan-kejuaraan sebelum Porprov 2027 akan menjadi bagian dari proses pembinaan. Setiap pertandingan memberikan informasi baru mengenai perkembangan atlet, kekuatan kelas, dan aspek yang masih perlu diperbaiki.

Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, peta kekuatan tersebut masih dapat berubah. Pengkab MI Sidoarjo kini memiliki tugas untuk memastikan potensi yang muncul dari rangkaian pertandingan dapat berkembang menjadi prestasi yang konsisten saat Porprov 2027. (*)

Pewarta: Zulfa Fatin
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - LIFESTYLE