Jejak Dakwah Mbah Ud yang Masih Hidup di Tengah Tradisi Ziarah Masyarakat Sidoarjo
Makam KH Ali Mas’ud atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Ud menjadi salah satu tempat yang terus didatangi masyarakat untuk berziarah di Pagerwojo, Sidoarjo.
Kedatangan para peziarah bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga mengenang sosok ulama yang dikenal memiliki peran dalam dakwah di tengah masyarakat.
Tradisi ziarah tersebut membuat nama Mbah Ud tetap dikenang hingga kini. Peziarah datang dari berbagai daerah, baik secara perorangan maupun bersama keluarga dan rombongan.
Bagi sebagian peziarah, mengunjungi makam ulama menjadi bagian dari tradisi spiritual yang masih dijaga. Momen tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali mengingat perjuangan dan nilai-nilai dakwah yang pernah disampaikan.
“Biasanya kami datang untuk berdoa dan mengenang perjuangan beliau dalam berdakwah. Sosok Mbah Ud sangat dihormati oleh masyarakat,” ujar M. Solichin, salah seorang peziarah.
Mengenang Perjuangan Dakwah
KH Ali Mas’ud dikenal masyarakat sebagai tokoh agama yang memiliki pengaruh di tengah umat. Perannya dalam kegiatan dakwah membuat sosoknya tetap mendapat tempat dalam ingatan masyarakat Sidoarjo.
Ziarah ke makamnya kemudian menjadi salah satu cara masyarakat mengenang perjalanan tersebut. Tidak sedikit peziarah yang datang bersama keluarga untuk melakukan doa bersama.
Tradisi seperti ini juga menunjukkan bahwa makam ulama tidak hanya menjadi tempat untuk berdoa. Bagi masyarakat, keberadaannya dapat menjadi ruang untuk mengenang sosok dan nilai yang pernah diwariskan kepada generasi berikutnya.
Tradisi yang Terus Dijaga
Kunjungan ke makam Mbah Ud biasanya meningkat pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang Ramadan. Pada momentum tersebut, masyarakat memanfaatkan waktu untuk berziarah sebelum memasuki bulan suci.
Zulfatin, salah seorang pengunjung, mengatakan ziarah ke makam ulama menjadi salah satu cara untuk mengingat kembali nilai-nilai dakwah yang pernah diajarkan.
“Selain berdoa, kami juga ingin mengenang perjuangan beliau. Harapannya nilai-nilai yang beliau ajarkan bisa terus diingat oleh masyarakat,” katanya.
Tradisi ziarah makam ulama sendiri telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Sidoarjo. Aktivitas tersebut tidak hanya dilakukan warga sekitar, tetapi juga masyarakat dari luar daerah.
Di tengah tradisi yang terus berlangsung itu, makam Mbah Ud menjadi salah satu tempat masyarakat menjaga ingatan terhadap sosok ulama dan perjalanan dakwahnya. Ziarah pun tidak berhenti pada kunjungan ke makam, tetapi menjadi bagian dari cara masyarakat mengenang nilai-nilai yang mereka anggap penting untuk diteruskan. (*)
Komentar