7 Wisata Baru di Jatim yang Layak Masuk Daftar Liburan
PILIHAN wisata Jatim terus bertambah. Selain destinasi yang sudah lama dikenal, sejumlah daerah juga menghadirkan tempat baru atau mengembangkan konsep wisata yang sebelumnya belum tersedia.
Perkembangan tersebut membuat pilihan liburan di Jawa Timur semakin beragam. Ada wisata edukasi berbasis teknologi, susur sungai, wisata selam, hingga kawasan alam yang mulai dikembangkan sebagai destinasi.
Berikut tujuh wisata baru di Jatim yang bisa masuk dalam daftar referensi liburan.
1. Gresik Universal Science
Gresik Universal Science atau GUS merupakan destinasi wisata edukasi digital yang berada di kawasan Islamic Center, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik.
Tempat ini mulai diperkenalkan kepada publik melalui soft launching pada Desember 2025. Konsepnya menggabungkan teknologi digital, sejarah, budaya, permainan, dan pembelajaran dalam satu kawasan.
GUS memiliki tiga lantai dengan 12 zona edukasi. Di dalamnya terdapat antara lain zona sejarah Gresik, kuliner khas, budaya lokal, sejarah Islam, hingga ruang permainan dan kreativitas anak.
Karakter tersebut membuat GUS berbeda dari wisata yang hanya mengandalkan pemandangan atau wahana permainan.
2. Wisata Susur Sungai Ngotok, Mojokerto
Kota Mojokerto juga menambah pilihan wisata berbasis sungai melalui Susur Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit.
Aktivitas ini berada di sekitar Jembatan Rejoto. Wisatawan dapat menyusuri sungai menggunakan perahu sambil menikmati suasana kawasan dari atas air.
Portal pariwisata Kota Mojokerto mencatat perjalanan susur sungai berlangsung sekitar 30 menit dan saat ini tercantum sebagai salah satu destinasi wisata air di kota tersebut.
Daya tariknya bukan hanya perjalanan menggunakan perahu. Lokasinya juga memberi alternatif untuk menikmati kawasan sungai dan Jembatan Rejoto dari sudut yang berbeda.
3. Wisata Selam Pantai Mutiara, Trenggalek
Pantai Mutiara di Kecamatan Watulimo, Trenggalek, mulai dikembangkan sebagai lokasi wisata selam.
Pengembangan tersebut memperluas pilihan wisata di kawasan pantai. Jika wisata pantai pada umumnya dinikmati dari daratan, konsep ini membawa pengunjung untuk mengenal potensi bawah laut.
Pada 2026, pengembangan tersebut diperkuat dengan keberadaan Mutiara Dive Center dan kegiatan konservasi bawah laut. Informasi mengenai destinasi ini juga menunjukkan adanya upaya menjadikan Pantai Mutiara sebagai lokasi wisata selam baru.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda di pesisir Jatim, konsep tersebut menjadi salah satu hal yang bisa diperhatikan.
4. Goa Selo Pawon, Tulungagung
Goa Selo Pawon di Tulungagung menjadi salah satu destinasi alam yang mulai mendapat perhatian sebagai pilihan wisata baru.
Daya tarik utamanya berkaitan dengan bentang alam karst dan keberadaan gua yang berada di kawasan pesisir selatan.
Karakter seperti ini membuat Goa Selo Pawon berbeda dari wisata pantai yang hanya menawarkan aktivitas di garis pantai. Perjalanan menuju kawasan tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman menjelajah alam.
Karena karakter wisata alamnya cukup spesifik, informasi mengenai akses dan kondisi lokasi sebaiknya diperiksa sebelum perjalanan.
5. Watu Mejo Mangrove Park, Pacitan
Pacitan tidak hanya memiliki pantai. Kawasan pesisirnya juga mulai dikembangkan dengan pendekatan wisata mangrove.
Watu Mejo Mangrove Park berada di kawasan muara sungai dan menawarkan pengalaman melihat ekosistem pesisir dari sisi yang berbeda.
Konsep tersebut menarik bagi wisatawan yang ingin mencari destinasi alam dengan suasana lebih tenang. Mangrove juga membuat pengalaman wisatanya tidak sama dengan kunjungan ke pantai terbuka.
Pengembangan wisata seperti ini sekaligus memperlihatkan bahwa pilihan wisata Jatim semakin banyak yang menggabungkan rekreasi dengan lingkungan.
6. Air Terjun Sumbersalak, Jember
Air Terjun Sumbersalak merupakan salah satu destinasi alam di Jember yang mulai masuk dalam daftar wisata baru yang diperkenalkan kepada wisatawan.
Karakter utamanya adalah lanskap air terjun dan lingkungan alami di sekitarnya.
Destinasi seperti ini cocok bagi pembaca yang tidak selalu mencari tempat dengan banyak wahana. Perjalanan lebih diarahkan pada pengalaman menikmati bentang alam dan suasana kawasan.
Sebelum berangkat, kondisi akses perlu diperhatikan karena destinasi alam dapat memiliki karakter jalan dan fasilitas yang berbeda dibandingkan tempat wisata buatan.
7. Mega Science Center dan Budaya, Kota Batu
Pilihan wisata baru juga muncul melalui pengembangan destinasi yang sudah lebih dulu dikenal.
Salah satunya adalah Mega Science Center dan Budaya di kawasan Jatim Park 1, Kota Batu. Fasilitas ini memasuki tahap trial opening pada September 2026 sebagai bagian dari pengembangan wisata edukasi.
Konsepnya membawa sains, teknologi, kebencanaan, dan budaya ke dalam pengalaman wisata yang lebih interaktif.
Dengan demikian, kategori “wisata baru” tidak selalu berarti sebuah kawasan yang sebelumnya sama sekali belum pernah menjadi tempat wisata. Pengembangan fasilitas dan konsep baru juga bisa membuat sebuah destinasi memiliki pengalaman berbeda bagi pengunjung.
Apa yang Membuat Sebuah Wisata Bisa Disebut Baru?
Istilah wisata baru perlu digunakan dengan hati-hati.
Sebuah tempat tidak otomatis menjadi destinasi baru hanya karena sedang ramai dibicarakan. Ada tempat yang memang baru dibuka, ada yang baru dikembangkan, dan ada pula destinasi lama yang mendapatkan konsep atau fasilitas baru.
Tujuh tempat di atas memiliki bentuk perkembangan yang berbeda. Gresik Universal Science merupakan destinasi edukasi digital baru, sementara Susur Sungai Ngotok menghadirkan aktivitas wisata air di kawasan Taman Bahari Mojopahit.
Pantai Mutiara dikembangkan dengan konsep wisata selam. Sementara Mega Science Center dan Budaya merupakan contoh pengembangan konsep baru di kawasan wisata yang sudah ada.
Bagi pembaca yang ingin mencoba wisata Jatim yang belum terlalu umum dalam daftar perjalanan, perbedaan tersebut penting diperhatikan.
Informasi mengenai akses, jam kunjungan, tiket, dan fasilitas juga sebaiknya diperiksa kembali melalui kanal resmi pengelola sebelum berangkat. Destinasi yang baru berkembang dapat mengalami perubahan layanan maupun aturan kunjungan. (*)
Komentar