SAPAJATIM
LIFESTYLE

Outing Class di Surabaya, 3 Destinasi Ini Bisa Jadi Tempat Belajar Siswa

sapajatim · 29 Oktober 2026 09:07 WIB
Outing Class di Surabaya, 3 Destinasi Ini Bisa Jadi Tempat Belajar Siswa
Ilustrasi Outing Clas siswa sekolah Surabaya (Foto: Ilustrasi AI/Sapajatim.com)

Surabaya - Sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Surabaya diimbau memanfaatkan destinasi wisata edukasi dan ruang publik di dalam kota untuk kegiatan outing class atau Kegiatan Tengah Semester (KTS). 

Tiga lokasi yang dapat dipertimbangkan ialah kawasan Kota Lama Surabaya, Kebun Raya Mangrove, dan Hutan Kota Jeruk di Lakarsantri.

Imbauan tersebut disampaikan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas sekaligus mengenalkan potensi lokal kepada siswa. Sekolah negeri juga telah diinstruksikan untuk memaksimalkan kegiatan KTS di dalam kota.

“Jadi memang ada kurikulum yang namanya outing class atau KTS. Nah, itu kami menghimbau bahwa di Surabaya ini tidak kurang tempat untuk explore,” ujar Kepala Dispendik Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, Senin, 19 Oktober 2026.

1. Kota Lama Surabaya untuk Mengenal Sejarah

Kawasan Kota Lama Surabaya menjadi salah satu lokasi yang disebut Dispendik sebagai pilihan pembelajaran di luar sekolah. Kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah dan lingkungan perkotaan kepada siswa.

Febrina mengatakan sekolah dapat menggunakan ruang publik di Surabaya sebagai area belajar. Dengan begitu, kegiatan outing class tidak harus selalu dilakukan dengan mengunjungi daerah lain.

“Silakan kalau misalkan memang mau outing class atau KTS, kita punya beberapa ruang atau space publik di Surabaya. Ada kota lama, bisa di situ untuk menjadi area belajar anak-anak,” katanya.

Sekolah dapat menyesuaikan kegiatan di lokasi dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Namun, bentuk aktivitas, jadwal, dan teknis kunjungan tetap perlu direncanakan oleh sekolah.

2. Kebun Raya Mangrove untuk Pembelajaran Lingkungan

Kebun Raya Mangrove juga disebut sebagai salah satu pilihan destinasi untuk kegiatan KTS di Surabaya. Lokasi ini dapat dipertimbangkan sekolah yang ingin mengaitkan kegiatan luar kelas dengan pengenalan lingkungan.

Pemanfaatan destinasi tersebut dapat disesuaikan dengan materi yang dipelajari siswa. Sebelum kunjungan, sekolah perlu memastikan ketersediaan kegiatan edukasi, aturan kunjungan rombongan, serta fasilitas yang dapat digunakan.

3. Hutan Kota Jeruk di Lakarsantri

Pilihan lainnya adalah Hutan Kota Jeruk di kawasan Lakarsantri. Lokasi ini termasuk destinasi lokal yang disebut dalam informasi Dispendik Surabaya untuk kegiatan KTS.

Sekolah dapat mempertimbangkan lokasi tersebut sesuai kebutuhan pembelajaran dan karakteristik siswa. Rencana kunjungan tetap perlu memperhatikan akses, jadwal, pendampingan, dan ketentuan dari pengelola lokasi.

Ketiga destinasi tersebut memberi sekolah pilihan untuk menyusun kegiatan belajar di dalam kota. Meski demikian, ketersediaan fasilitas dan aktivitas edukasi pada tanggal kunjungan perlu dikonfirmasi terlebih dahulu.

Dispendik Kolaborasi dengan Perangkat Daerah

Dispendik Surabaya telah menjalin kolaborasi dengan perangkat daerah terkait untuk memperluas pilihan lokasi pembelajaran bagi sekolah. Kolaborasi tersebut melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) serta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.

Febrina menjelaskan bahwa sekolah negeri telah diarahkan untuk memaksimalkan kegiatan KTS di Surabaya.

“Kalau di (SD-SMP) negeri sudah kita maksimalkan untuk (kegiatan) di Surabaya. Ada tempat-tempat tertentu yang mungkin kita kolaborasi dengan teman-teman Dinas Pertanian (DKPP) dan Dinas Pariwisata (Disbudporapar). Itu ada beberapa tempat,” jelasnya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan alternatif lokasi kegiatan belajar di luar kelas. Sekolah tetap perlu menyesuaikan pilihan tempat dengan kebutuhan pembelajaran dan ketentuan pelaksanaan kegiatan.

Masyarakat Bisa Melaporkan KTS Sekolah Negeri ke Luar Kota

Febrina juga mengimbau masyarakat melaporkan kepada Dispendik Surabaya apabila menemukan SD atau SMP negeri yang masih mengajak siswa melaksanakan kegiatan KTS ke luar kota.

“Jadi kenapa kita harus keluar (kota) kalau kita punya hal ini. Nah, kalau ternyata di (SD-SMP) negeri ada pihak sekolah yang mengajak ke luar kota, silakan laporkan ke kami,” pungkasnya.

Imbauan tersebut secara khusus ditujukan kepada sekolah negeri tingkat SD dan SMP. Karena itu, masyarakat yang ingin menyampaikan laporan dapat menghubungi Dispendik Surabaya untuk memperoleh informasi mengenai saluran pengaduan yang tersedia.

Dengan memanfaatkan destinasi lokal, sekolah memiliki alternatif untuk menyelenggarakan kegiatan di luar kelas sekaligus mengenalkan potensi Kota Surabaya kepada siswa. (*)

Pewarta: Shafi Syuhada
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - LIFESTYLE