Lima Laga Tanpa Menang, Coach Leo Sebut Kartu Merah dan Cedera Pemain Jadi Masalah Deltras
Sidoarjo - Rentetan lima pertandingan tanpa kemenangan menjadi pekerjaan rumah Deltras FC setelah kembali kalah 1-2 dari Persipura Jayapura di Stadion Gelora Delta, Sabtu, 7 November 2026.
Pelatih Leonard Tupamahu mengungkap sejumlah faktor yang mempengaruhi performa tim, mulai dari kartu merah, cedera pemain kunci, hingga absennya sejumlah pemain senior.
Kekalahan dari Persipura membuat The Lobster belum mampu bangkit setelah sebelumnya juga menelan kekalahan 2-0 dari lawan pada pertandingan terdahulu. Hasil tersebut memperpanjang periode tanpa kemenangan Deltras setelah sempat mencatat empat kemenangan beruntun.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Leonard mengakui hasil yang diraih timnya dalam lima laga terakhir belum sesuai harapan.
“Dari evaluasi kita memang sudah lima pertandingan kita tidak meraih hasil maksimal,” kata Coach Leo
Kartu merah dan cedera pemain jadi perhatian
Coach Leo menyebut kartu merah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perjalanan Deltras dalam lima pertandingan terakhir. Menurutnya, tiga dari lima pertandingan tersebut diwarnai kartu merah yang diterima pemain Deltras.
Situasi itu membuat tim kesulitan mempertahankan komposisi pemain terbaik. Selain pemain yang terkena larangan bermain, sejumlah pemain kunci juga mengalami cedera.
“Banyak pemain kunci kita setelah empat pertandingan yang kita jalani di liga, banyak pemain kunci kita mengalami cedera yang juga lumayan serius,” ujar Leo.
Dia mengatakan kondisi tersebut membuat Deltras belum bisa tampil dengan kekuatan penuh sejak memasuki periode pertandingan tersebut.
Absennya sejumlah pemain senior dan pemain asing turut mempengaruhi pilihan komposisi tim. Dalam kondisi itu, Deltras harus memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda untuk tampil.
Empat hingga enam pemain muda mendapat kesempatan
Leo mengungkapkan Deltras memainkan sekitar empat hingga enam pemain muda dalam sejumlah pertandingan terakhir. Sebagian dari mereka belum mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.
Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi bagian dari kebutuhan tim di tengah kondisi pemain yang belum lengkap.
Namun, situasi itu juga menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih untuk meningkatkan kesiapan para pemain muda.
“Kita banyak memainkan pemain-pemain muda kita yang juga jarang tampil reguler. Ya menurut saya ini juga jadi satu PR buat tim kita,” katanya.
Meski demikian, Leonard tetap mengapresiasi kerja keras para pemain saat menghadapi Persipura. Dia menilai anak asuhnya sudah berusaha menjalankan rencana permainan yang disiapkan sebelum pertandingan.
Penalti Marco gagal, Coach Leo tetap percaya kemampuan eksekutor
Dalam pertandingan melawan Persipura, Deltras sebenarnya memperoleh peluang melalui tendangan penalti. Namun, kesempatan tersebut gagal dikonversi menjadi gol setelah Marco yang mengambil eksekusi tidak berhasil mencetak gol.
Leonard menjelaskan Marco merupakan salah satu penendang penalti utama Deltras selain Idris. Dia juga menyebut Marco memiliki catatan latihan yang cukup baik dalam mengambil tendangan dari titik putih.
Menurut Leo, Idris yang menjadi salah satu eksekutor utama memberikan kesempatan kepada Marco untuk mengambil penalti tersebut. Dia menilai keputusan itu tidak menjadi persoalan bagi tim.
“Untuk eksekutor penalti, menurut saya Marco dia salah satu penendang utama kita selain Idris,” ujar Leonard.
Leonard menduga keinginan Marco untuk menunjukkan kemampuan saat menghadapi mantan klubnya, Persipura, mungkin turut mempengaruhi eksekusi tersebut. Namun, dia menegaskan kegagalan itu tidak mengubah penilaiannya terhadap kemampuan Marco sebagai penendang penalti.
Coach Leo soroti kepemimpinan wasit
Selain mengevaluasi performa pemain, Leonard juga menyampaikan penilaiannya terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan tersebut.
Dia menilai wasit kurang tegas dan meminta agar kinerja pengadil pertandingan menjadi perhatian ke depan. Menurut Leonard, keputusan wasit dapat mempengaruhi jalannya pertandingan.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian Leonard terhadap pertandingan, sementara evaluasi resmi atas kepemimpinan wasit tidak disampaikan dalam konferensi pers tersebut.
Di sisi lain, perwakilan pemain Deltras, Widi Pratama, mengakui Persipura mampu memanfaatkan lebih banyak peluang dalam pertandingan itu.
“Kami mungkin kembali berlatih lagi, mengevaluasi semuanya. Sudah banyak poin yang hilang. Ya, kami bakal evaluasi lagi,” kata Widi. (*)
Komentar