Membaca Jawa Timur Lewat Angka: Ekonomi Rp3.403 Triliun dan Pertumbuhan 5,33 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku Jawa Timur mencapai Rp3.403,17 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33 persen.
Data tersebut menjadi salah satu indikator untuk membaca gambaran perekonomian Jawa Timur, bersama data penduduk, ketenagakerjaan, dan kesejahteraan yang dihimpun dalam publikasi BPS.
Publikasi Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2026 memuat berbagai data tentang kondisi Jawa Timur, mulai dari geografi dan pemerintahan hingga penduduk, kesejahteraan masyarakat, dan kegiatan ekonomi.
Data tersebut memberikan gambaran mengenai provinsi ini melalui sejumlah indikator yang memiliki definisi dan periode pengukuran berbeda.
Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar
BPS mencatat PDRB Jawa Timur atas dasar harga berlaku sebesar Rp3.403,17 triliun pada 2025. Sementara itu, PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.038,96 triliun.
PDRB merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu wilayah selama periode tertentu. Atas dasar harga berlaku berarti nilainya dihitung menggunakan harga pada periode berjalan, sedangkan harga konstan menggunakan harga tahun dasar 2010 untuk melihat perkembangan ekonomi dengan mengurangi pengaruh perubahan harga.
Dalam struktur ekonomi menurut lapangan usaha, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 31,31 persen terhadap PDRB atas dasar harga berlaku. Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan sepeda motor, menyumbang 18,55 persen, sedangkan pertanian, kehutanan, dan perikanan berkontribusi 10,74 persen.
Data tersebut memperlihatkan posisi ketiga kategori dalam perekonomian Jawa Timur. Namun, besarnya kontribusi terhadap PDRB tidak dengan sendirinya menunjukkan jumlah pekerja yang diserap atau tingkat kesejahteraan masyarakat yang bekerja pada sektor tersebut.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,33 persen. Angka ini dihitung berdasarkan perubahan PDRB atas dasar harga konstan, yaitu nilai barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga tahun dasar 2010 agar perkembangan ekonomi dapat dibandingkan tanpa pengaruh perubahan harga.
Penduduk, pekerjaan, dan kesejahteraan
Gambaran Jawa Timur juga dapat dibaca melalui indikator sosial. Statistik kunci BPS mencatat jumlah penduduk sekitar 42,09 juta jiwa, tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,88 persen, dan persentase penduduk miskin sebesar 9,50 persen.
Ketiga indikator tersebut memiliki periode rujukan berbeda. Angka penduduk mengacu pada proyeksi pertengahan tahun, tingkat pengangguran terbuka merujuk pada kondisi Agustus, sedangkan persentase penduduk miskin menggambarkan kondisi Maret.
Tingkat pengangguran terbuka adalah persentase penganggur terhadap jumlah angkatan kerja, yaitu penduduk yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan. Sementara itu, persentase penduduk miskin menunjukkan proporsi penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan menurut ukuran BPS.
Selain itu, BPS mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur sebesar 76,13. IPM merupakan indikator yang merangkum dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup untuk menggambarkan capaian pembangunan manusia.
Angka-angka tersebut tidak dapat berdiri sendiri untuk menjelaskan seluruh kondisi masyarakat. Setiap indikator mengukur aspek yang berbeda sehingga perlu dibaca sesuai definisi dan periode datanya.
Membaca Jawa Timur melalui data
PDRB, struktur ekonomi, jumlah penduduk, ketenagakerjaan, kemiskinan, dan IPM memberikan sudut pandang berbeda untuk memahami Jawa Timur. Publikasi Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2026 menyediakan dasar statistik untuk menelusuri aspek-aspek tersebut secara lebih terperinci.
Data ekonomi 2025 dalam publikasi itu, termasuk nilai PDRB dan pertumbuhan ekonomi, diberi status sangat sementara. Keterangan tersebut penting agar pembaca memahami bahwa angka yang disajikan masih berstatus sementara menurut BPS. (*)
Komentar