Madura United Bidik Kemenangan Kandang Ketiga, Modal Empat Gol Jadi Andalan Lawan Bhayangkara FC
Pamekasan, sapajatim - Madura United membidik kemenangan kandang ketiga saat menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat malam, 16 Oktober 2026.
Laskar Sape Kerrab membawa modal empat gol dan hanya sekali kebobolan dari dua pertandingan kandang sebelumnya.
Madura United mengalahkan Persijap Jepara dengan skor 2-0 pada Minggu, 6 September 2026, kemudian menundukkan PSIM Yogyakarta 2-1 pada Jumat, 18 September 2026. Dua hasil tersebut menjadi bekal untuk kembali meraih tiga poin di hadapan pendukung sendiri.
Pelatih Madura United, Jose Gomes, mengatakan timnya telah mempersiapkan diri tanpa mengubah rutinitas latihan. Ia juga menilai bermain di kandang menjadi salah satu modal untuk menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC.
“Kami telah melakukan persiapan dengan baik. Tidak ada yang kami ubah dari rutinitas seperti biasanya. Tim merasa percaya diri dan yang terpenting, kami kembali bermain di kandang sendiri,” terangnya saat konferensi pers, Kamis, 15 Oktober 2026.
Penguasaan Bola Jadi Kunci
Meski memiliki catatan kandang positif, Madura United tetap perlu memperbaiki performa setelah kalah 0-2 dari Persik Kediri pada pekan keempat.
Kekalahan pada Jumat, 9 Oktober 2026, itu menghentikan rentetan tiga kemenangan yang diraih tim pada tiga pertandingan awal musim.
Menghadapi Bhayangkara FC, Gomes meminta anak asuhnya menjaga penguasaan bola dan memanfaatkan setiap kesempatan setelah merebut bola dari lawan.
Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak memberi ruang bagi tim tamu untuk melancarkan serangan balik melalui transisi cepat.
Instruksi tersebut menjadi perhatian dalam persiapan Madura United untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Kemampuan mempertahankan bola dan merespons perubahan penguasaan akan menjadi bagian penting dari upaya tuan rumah membangun serangan sekaligus menjaga pertahanan.
“Para pemain sangat memahami hal ini, kami perlu menjaga penguasaan bola, tidak membiarkan bola direbut lawan. Setiap kali kami berhasil merebut kembali bola, memanfaatkannya sebaik mungkin. Kami juga harus mencegah mereka melakukan transisi,” imbuhnya. (*)
Komentar