SAPAJATIM
EKONOMI

Banyu Biru Pasuruan Didatangi 67.479 Wisatawan, Penelitian 400 Pengunjung Temukan 6 Prioritas Pembenahan

sapajatim · 09 Oktober 2026 18:00 WIB
Banyu Biru Pasuruan Didatangi 67.479 Wisatawan, Penelitian 400 Pengunjung Temukan 6 Prioritas Pembenahan
Wisata Banyu Biru Pasuruan (Dok. Istimewa)

Banyu Biru di Desa Sumberejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, mencatat 67.479 wisatawan sepanjang 2025. Di balik jumlah kunjungan tersebut, penelitian terbaru terhadap 400 pengunjung memetakan sejumlah aspek yang dinilai perlu menjadi prioritas peningkatan di destinasi tersebut.

Penelitian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk menentukan prioritas peningkatan komponen pariwisata berdasarkan tingkat kepuasan pengunjung.

Hasil penelitian menempatkan enam aspek sebagai prioritas utama peningkatan, yakni tempat bilas, toilet, sejarah, keamanan, promosi wisata, dan kondisi jalan menuju kawasan wisata.

Penelitian melibatkan 400 pengunjung

Penelitian tersebut berjudul Penentuan Prioritas Peningkatan Komponen 4A Pariwisata Berdasarkan Tingkat Kepuasan Pengunjung (Studi Kasus di Banyu Biru, Kabupaten Pasuruan).

Peneliti menggunakan pendekatan mixed methods dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan dan kuesioner. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 400 pengunjung. Data kemudian dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis dan analisis deskriptif kualitatif.

Dengan metode tersebut, penelitian tidak sekadar mendeskripsikan daya tarik Banyu Biru, tetapi melihat komponen destinasi dari sisi tingkat kepuasan pengunjung dan prioritas peningkatannya.

Enam aspek yang masuk prioritas

Enam aspek yang masuk prioritas utama terdiri atas fasilitas, pengalaman wisata, keamanan, promosi, dan akses.

Tempat bilas dan toilet berkaitan dengan fasilitas yang digunakan pengunjung selama berada di kawasan wisata.

Sementara sejarah berkaitan dengan nilai historis Banyu Biru yang menjadi salah satu bagian dari potensi destinasi. Keamanan menjadi aspek lain yang ditempatkan dalam prioritas peningkatan.

Dua aspek berikutnya adalah promosi wisata dan kondisi jalan menuju kawasan wisata. Dengan demikian, enam prioritas tersebut tidak hanya menyangkut fasilitas yang berada di dalam kawasan, tetapi juga bagaimana destinasi dikenalkan kepada calon wisatawan serta akses menuju lokasi.

Kunjungan Banyu Biru mencapai 67.479 wisatawan

Jumlah kunjungan yang menjadi konteks penelitian tersebut cukup besar.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan mencatat 67.479 wisatawan berkunjung ke Banyu Biru hingga akhir Desember 2025. Angka itu dicantumkan dalam informasi pariwisata Pemkab Pasuruan yang diterbitkan pada 24 Februari 2026.

Pemkab juga menyebut Banyu Biru sebagai salah satu destinasi wisata andalan daerah. Pemerintah daerah menyatakan peningkatan kualitas sarana dan prasarana terus dilakukan melalui Dinas Pariwisata.

Angka 67.479 tersebut merupakan data kunjungan, sedangkan angka 400 merupakan jumlah responden dalam penelitian. Keduanya berasal dari konteks yang berbeda dan tidak dapat disamakan sebagai satu kelompok data.

Sejarah ikut menjadi perhatian

Banyu Biru selama ini dikenal sebagai destinasi dengan sumber mata air alami. Pemkab Pasuruan juga mencatat adanya nilai sejarah di kawasan tersebut, termasuk sisa arca yang disebut berkaitan dengan struktur candi.

Aspek sejarah kemudian muncul dalam penelitian ITS sebagai salah satu dari enam prioritas peningkatan.

Dalam abstrak penelitian, pengembangan nilai sejarah diarahkan antara lain melalui koridor interpretasi dan pelestarian nilai sejarah. Artinya, penelitian tidak hanya melihat sejarah sebagai informasi tambahan, tetapi memasukkannya sebagai salah satu bagian yang dapat dikembangkan dalam pengalaman wisata.

Bukan hanya soal fasilitas

Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa pembenahan yang diprioritaskan tidak seluruhnya berbentuk pembangunan fisik.

Pada fasilitas, penelitian memasukkan tempat bilas dan toilet. Pada aspek pelayanan dan pengalaman, terdapat keamanan dan nilai sejarah. Sementara promosi serta kondisi jalan menyentuh bagian lain dari perjalanan wisatawan, mulai dari bagaimana destinasi dikenal hingga akses menuju kawasan.

Penelitian tersebut kemudian merekomendasikan beberapa strategi, antara lain pengembangan fasilitas sanitasi sesuai standar Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE), penguatan interpretasi dan pelestarian nilai sejarah, pengoptimalan sistem pengamanan dan keselamatan pengunjung, strategi promosi digital yang terintegrasi, serta sistem pemeliharaan jalan yang terintegrasi dengan peningkatan aksesibilitas.

Banyu Biru di antara jumlah kunjungan dan kebutuhan peningkatan

Banyu Biru memiliki dua gambaran yang muncul dari dua sumber berbeda.

Di satu sisi, 67.479 wisatawan tercatat datang sepanjang 2025. Di sisi lain, penelitian terhadap 400 pengunjung mengidentifikasi enam aspek sebagai prioritas peningkatan.

Enam aspek tersebut adalah tempat bilas, toilet, sejarah, keamanan, promosi wisata, dan kondisi jalan.

Temuan penelitian itu memberikan sudut pandang berbeda dalam melihat Banyu Biru. Bukan hanya berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi juga aspek apa yang menjadi prioritas ketika pengalaman pengunjung diukur melalui penelitian. (*)

Pewarta: Zulfa Fatin
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - EKONOMI