SAPAJATIM
NEWS

Sekolah Rakyat Gresik Tampung 405 Siswa, Bimbel Ruangguru Dukung Persiapan Studi Lanjutan

sapajatim · 11 Oktober 2026 13:27 WIB
Sekolah Rakyat Gresik Tampung 405 Siswa, Bimbel Ruangguru Dukung Persiapan Studi Lanjutan
Sekolah Rakyat Gresik dibantu Pemkab Gresik untuk biaya bimbingan belajar hingga pendamoingan mengaji (Dok. Humas Pemkab Gresik)

Gresik, sapajatim - Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik menampung 405 siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Dari jumlah tersebut, 75 siswa kelas XI mengikuti program Smart School bersama Ruangguru yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Program bimbingan belajar ini dirancang untuk memperkuat kemampuan akademik siswa, mempersiapkan mereka menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta membantu merencanakan pendidikan setelah lulus. Selain bimbingan akademik, Pemkab Gresik juga membiayai pendampingan keagamaan bagi siswa.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik Ummi Khoiroh mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat untuk mendukung penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan.

“Kami berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat diterima secara luas oleh masyarakat,” kata Ummi saat ditemui di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Jumat (9/10/2026).

Bimbingan Ruangguru Diikuti 75 Siswa

Program Smart School bersama Ruangguru saat ini diikuti 75 siswa kelas XI. Pembelajaran berlangsung setiap Selasa dan Rabu pukul 19.00–20.30 WIB serta Jumat pukul 10.00–11.30 WIB.

Setiap sesi berlangsung selama 90 menit dan dilengkapi tes awal (pre-test) serta tes akhir (post-test) untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Siswa juga memperoleh akses premium Ruang Belajar untuk jenjang SMA, materi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), video pembelajaran, latihan soal beserta pembahasannya, serta fitur ADAPTO. Selain itu, tersedia tes minat dan bakat untuk membantu siswa mengenali potensi, minat mata pelajaran, dan pilihan program studi perguruan tinggi.

Kepala Sekolah Rakyat Gresik Rangga Pratama menjelaskan program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi siswa dan membantu mereka menentukan rencana pendidikan lanjutan.

Untuk saat ini, bimbingan akademik masih menyasar kelas XI. Pemkab Gresik mengupayakan perluasan program agar dapat menjangkau kelas XI dan XII. Sementara itu, pembelajaran jenjang SMA di sekolah tersebut berlangsung untuk kelas X dan XI, sedangkan kelas XII belum memiliki siswa.

Pendampingan Keagamaan hingga Penyiapan Lahan

Dukungan Pemkab Gresik tidak terbatas pada bimbingan akademik. Siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA juga mendapatkan pendampingan mengaji lima kali sepekan melalui guru mengaji, pengajar tahfidz Al-Qur'an, dan imam masjid. Pemkab turut menyediakan khatib salat Jumat yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Pemkab Gresik juga menyediakan lahan seluas 6,5 hektare di Desa Raci Tengah. Dinas Sosial melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjangkau calon siswa dari keluarga dalam desil 1 dan 2 melalui kunjungan dari rumah ke rumah.

Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Gresik dibangun dengan anggaran sekitar Rp250 miliar. Pada 30 Agustus 2026, sekolah menerima 270 siswa baru, terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Secara keseluruhan, 405 siswa yang tercatat mencakup 75 siswa lama, 60 siswa titipan dari Kabupaten Lamongan, dan 270 siswa baru.

Rangga berharap dukungan akademik tersebut membantu siswa mengenali kemampuan diri dan mempersiapkan pilihan pendidikan setelah lulus.

“Kami berharap potensi anak-anak dapat dipetakan sejak dini sehingga setelah lulus, mereka lebih mudah menentukan arah masa depan,” kata Rangga. (*)

Pewarta: Shafi Syuhada
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS