SAPAJATIM
NEWS

Menko Pangan Tinjau KDKMP Tambakrejo, Anggaran Pembangunan Disebut Capai Rp3 Miliar

sapajatim · 15 Oktober 2026 23:56 WIB
Menko Pangan Tinjau KDKMP Tambakrejo, Anggaran Pembangunan Disebut Capai Rp3 Miliar
Menko Pangan, Zulkifli Hasan saat meninjau KDKMP Tambakrejo Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo (Dok. Kominfo Jatim)

Sidoarjo, sapajatim - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis 15 Oktober 2026. Koperasi yang disebut dibangun dengan anggaran Rp3 miliar tersebut dilengkapi kendaraan logistik dan dirancang menyediakan kebutuhan pokok bersubsidi serta berbagai layanan ekonomi bagi warga.

Dalam kunjungan tersebut, Zulkifli didampingi Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana. Peninjauan dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok bersubsidi sekaligus melihat kesiapan koperasi dalam melayani masyarakat.

Zulkifli mengatakan KDKMP Tambakrejo dirancang bukan sekadar sebagai toko atau supermarket, melainkan pusat kegiatan ekonomi yang dimiliki warga desa.

“Ini bukan sekadar toko atau supermarket, melainkan koperasi milik seluruh warga Desa Tambakrejo. Gedung megah dan sarana ini hadir langsung untuk melayani kebutuhan bapak dan ibu di sini,” ujarnya.

Untuk menunjang operasional dan distribusi barang, KDKMP Tambakrejo dilengkapi satu unit truk logistik, satu unit mobil pikap, serta dua unit bentor atau becak motor.

Hubungkan Produsen dengan Masyarakat

Menurut Zulkifli, KDKMP diharapkan menjadi penghubung langsung antara produsen dan masyarakat. Skema tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak sekaligus mempermudah akses warga terhadap sejumlah kebutuhan pokok.

Salah satu layanan yang disorot adalah akses pupuk bersubsidi bagi petani. Zulkifli menyampaikan bahwa petani lokal dapat menebus pupuk subsidi melalui KDKMP Tambakrejo dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

“Para petani lokal dapat menebus pupuk subsidi langsung dari pabrik hanya dengan menunjukkan KTP di KDKMP Tambakrejo ini,” jelasnya.

Selain pupuk, koperasi tersebut disebut menyediakan akses terhadap beras bersubsidi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), LPG tiga kilogram seharga Rp16 ribu, serta minyak goreng bersubsidi seharga Rp16.700 per liter.

KDKMP juga direncanakan menjadi lokasi penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan berupa beras dari pemerintah.

Disiapkan untuk Layanan Keuangan dan UMKM

KDKMP Tambakrejo juga direncanakan menyediakan layanan keuangan melalui agen Bank Negara Indonesia (BNI). Layanan ini diharapkan memudahkan warga melakukan transaksi perbankan, membayar tagihan, serta mengakses layanan keuangan lainnya tanpa harus selalu mendatangi kantor bank.

Zulkifli menjelaskan, layanan tersebut nantinya juga dapat mendukung kebutuhan transaksi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Nanti di sini ada agen BNI 46. Ibu-ibu nanti setor uang cukup di sini, enggak usah ke bank lagi, di sini aja. Bayar listrik di sini, ngambil uang anaknya kerja di Arab, kirim uang, ambil di sini. Mudah enggak? Gampang enggak? Nanti kalau punya usaha UMKM, usaha kue, usaha apa saja, mau pinjam uang di sini juga,” jelas Zulkifli.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk mendukung pengembangan KDKMP. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mendorong Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo memberikan pendampingan serta pelatihan kepada pengurus koperasi.

Menurut Mimik, peningkatan kapasitas pengurus diperlukan agar koperasi dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen mendukung program yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi di tingkat desa dan kelurahan,” tegasnya.

Ia juga berharap pelibatan UMKM lokal dapat membuka peluang usaha, memperluas akses pemasaran produk, dan mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas pengurus, dan keterlibatan pelaku UMKM, KDKMP di Kabupaten Sidoarjo diharapkan mampu tumbuh menjadi salah satu penggerak ekonomi desa dan kelurahan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” harapnya.

Pengelolaan Koperasi Diminta Profesional

Zulkifli turut mengingatkan pentingnya pengelolaan KDKMP secara profesional dengan pengawasan yang ketat. Kepala desa selaku Ketua Dewan Pengawas, kepala koperasi, dan manajer diharapkan menjalankan tanggung jawab masing-masing untuk menjaga keberlangsungan operasional.

“Koperasi ini punya Bapak, punya Ibu, warga Desa Tambakrejo. Oleh karena itu, yang bertanggung jawab nanti Kadesnya bersama kepala koperasi dari warga sini yang dibantu manajer koperasi. Selama dua tahun ini akan digaji sama PT Agrinas Pangan,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 207 KDKMP telah selesai dibangun di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, 57 KDKMP dilaporkan telah beroperasi.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan KDKMP di Sidoarjo tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas, tetapi juga kesiapan operasional dan pengelolaan koperasi agar dapat memberikan layanan kepada masyarakat.

Melalui pendampingan pengurus, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pelibatan UMKM lokal, Pemkab Sidoarjo berharap KDKMP dapat berkembang menjadi penggerak ekonomi desa dan kelurahan serta memberikan manfaat nyata bagi warga.

Pewarta: Firman Dwi Ardiansyah
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS