SAPAJATIM
NEWS

Hampir 800 Ribu Perusahaan, Jatim Dorong SDM Siap Tangkap Peluang Kerja

sapajatim · 07 Oktober 2026 21:14 WIB
Hampir 800 Ribu Perusahaan, Jatim Dorong SDM Siap Tangkap Peluang Kerja
Talkshow Merawat Bumi Majapahit membahas SDM dan peluang kerja di Jawa Timur (Dok. Kominfo Jatim).

Surabaya, sapajatim - Jawa Timur memiliki potensi besar dalam penciptaan lapangan kerja melalui pertumbuhan industri yang ditopang hampir 800 ribu perusahaan. Pemprov Jatim kini mendorong penyiapan kompetensi tenaga kerja agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk menghadapi perubahan akibat digitalisasi.

Hal tersebut disampaikan dalam talkshow Merawat Bumi Majapahit di Radio Suara Surabaya, Rabu 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Jawa Timur.

Kepala Disnakertrans Jatim Sigit Priyanto mengatakan, potensi penciptaan lapangan kerja di Jawa Timur salah satunya berasal dari pertumbuhan industri. Dari hampir 800 ribu perusahaan yang ada, sekitar 75 persen di antaranya merupakan perusahaan kecil.

Namun, pertumbuhan industri dan investasi menurut Sigit perlu berjalan bersama kesiapan sumber daya manusia. Kompetensi tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Kita harus menyiapkan kompetensi sesuai dengan pasar kerja saat ini, apalagi di era digitalisasi. Kita harus siapkan lebih awal untuk menangkap peluang pasar, baik dalam negeri maupun luar,” tambahnya.

Perubahan kebutuhan dunia kerja menjadi salah satu alasan penyiapan kompetensi tenaga kerja perlu dilakukan lebih awal. Digitalisasi membuat kebutuhan industri terhadap keterampilan tertentu ikut berkembang.

Selain ketenagakerjaan, Pemprov Jatim juga mendorong pelaku usaha memperluas akses pasar. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Disperindag Jatim, Erivina Lucky Kristian, mengatakan pemerintah memfasilitasi pelaku usaha melalui business matching dan keikutsertaan dalam berbagai pameran di dalam maupun luar negeri.

Upaya memperluas aktivitas ekonomi juga diarahkan ke wilayah perdesaan melalui pengembangan Desa Devisa. Menurut Lucky, program tersebut didorong agar pertumbuhan ekonomi dan aktivitas ekspor tidak hanya terpusat di kota-kota besar.

Saat ini, terdapat sekitar 313 Desa Devisa di Jawa Timur. Lucky menyebut hampir seluruhnya telah menjadi eksportir langsung.

Dari sisi investasi, Koordinator Tim Kerja Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Jatim, Yuswanto, mengatakan capaian investasi Jawa Timur dari 2025 ke 2026 telah memenuhi target.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan minat investor terhadap Jawa Timur, baik dari Penanaman Modal Asing maupun Penanaman Modal Dalam Negeri.

“Dengan keunggulan yang dimiliki dan ditunjang oleh infrastruktur yang bagus, Jawa Timur adalah tempat yang menjanjikan untuk investasi,” kata Yuswanto.

Kolaborasi lintas dinas tersebut menunjukkan pendekatan yang menghubungkan investasi dan pertumbuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja serta perluasan pasar.

Bagi Jawa Timur, tantangannya bukan hanya menarik investasi, tetapi memastikan kebutuhan dunia usaha dapat bertemu dengan kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi pelaku usaha di berbagai daerah.

Melalui penguatan SDM, perluasan akses pasar, pengembangan Desa Devisa dan fasilitasi investasi, Pemprov Jatim mendorong pertumbuhan ekonomi yang diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja serta memperluas aktivitas ekonomi ke berbagai wilayah Jawa Timur. (*). 

Pewarta: Firman Dwi Ardiansyah
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - NEWS