SAPAJATIM
LIFESTYLE

Rumah Lebih Nyaman Tanpa Renovasi, 5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Dimulai Hari Ini

sapajatim · 18 Oktober 2026 06:01 WIB
Rumah Lebih Nyaman Tanpa Renovasi, 5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Dimulai Hari Ini
Ruang keluarga yang tertata rapi dengan pencahayaan alami untuk mendukung suasana rumah yang nyaman. (Ilustrasi AI/Sapajatim.com)

Surabaya — Membuat rumah lebih nyaman tidak selalu membutuhkan renovasi atau perabot baru. Kebiasaan sederhana seperti mengosongkan area istirahat, memperhatikan aliran udara, dan menangani sumber kelembapan bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi ruang sehari-hari.

Kenyamanan rumah bukan hanya soal dekorasi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa ventilasi yang tidak memadai, polusi udara dalam ruangan, serta kelembapan dan jamur dapat menjadi faktor risiko bagi kesehatan penghuni. Karena itu, perubahan kecil sebaiknya dimulai dari kondisi rumah yang benar-benar perlu diperbaiki.

Berikut lima kebiasaan yang bisa dicoba hari ini tanpa harus langsung mengeluarkan biaya untuk mengubah tampilan rumah.

1. Rapikan satu area yang paling sering digunakan

Tidak perlu langsung membereskan seluruh rumah. Mulailah dari tempat tidur, meja di dekat tempat duduk, atau sudut yang biasa digunakan untuk beristirahat.

Singkirkan barang yang tidak diperlukan, kembalikan benda ke tempatnya, dan sisakan ruang untuk bergerak. Jika area tersebut digunakan setiap hari, perubahan kecil akan lebih mudah dipertahankan karena manfaatnya langsung terasa dalam aktivitas sehari-hari.

Pilih satu area saja terlebih dahulu. Setelah terbiasa, pekerjaan merapikan bisa diperluas ke bagian rumah lainnya tanpa terasa sebagai tugas besar.

2. Periksa jalur masuk dan keluarnya udara

Rumah yang terasa pengap perlu diperiksa dari sumber masalahnya. Perhatikan apakah jendela tertutup terus-menerus, ventilasi terhalang barang, atau aktivitas memasak menghasilkan asap yang bertahan di dalam ruangan.

Jika kondisi udara luar memungkinkan, buka jendela atau ventilasi yang tersedia untuk membantu pertukaran udara. Hindari membuka jendela begitu saja ketika udara luar sedang tercemar, banyak asap, atau kondisi lingkungan tidak aman.

WHO menekankan pentingnya ventilasi yang memadai untuk membantu mengurangi penumpukan polutan di dalam ruangan. Namun, membuka jendela bukan solusi untuk semua keadaan; sumber pencemaran di dalam rumah juga perlu dikurangi.

3. Manfaatkan cahaya alami pada siang hari

Coba buka tirai pada siang hari ketika cahaya matahari tidak menimbulkan panas berlebihan. Cahaya alami dapat membantu menerangi ruangan sehingga lampu tidak selalu perlu dinyalakan.

Perhatikan pula apakah furnitur atau barang yang menumpuk menghalangi cahaya masuk. Menggeser barang dari area jendela bisa menjadi langkah sederhana sebelum mempertimbangkan perubahan tata ruang.

Jika sinar matahari langsung membuat ruangan terlalu panas, atur bukaan tirai sesuai kondisi. Tujuannya bukan membuat seluruh rumah selalu terang, melainkan memanfaatkan cahaya yang tersedia secara nyaman.

4. Tangani sumber lembap, bukan hanya baunya

Sudut dinding yang basah, bau apek, atau bercak jamur perlu diperhatikan. Periksa area di sekitar kamar mandi, dapur, jendela, dan bagian rumah yang pernah mengalami kebocoran.

Membersihkan permukaan saja belum tentu menyelesaikan masalah jika air terus merembes atau kelembapan tetap tinggi. Cari sumbernya, perbaiki kebocoran jika memungkinkan, dan pastikan area yang basah dapat mengering dengan baik.

WHO merekomendasikan agar kelembapan menetap dan pertumbuhan jamur di dalam bangunan dicegah atau ditangani. Jika jamur terus muncul kembali atau area terdampak cukup luas, pertimbangkan bantuan tenaga yang kompeten untuk mencari penyebabnya.

5. Sisihkan lima menit sebelum tidur

Sebelum beristirahat, luangkan beberapa menit untuk mengembalikan barang ke tempatnya, merapikan permukaan yang digunakan, dan menyiapkan kebutuhan untuk esok hari.

Rutinitas ini tidak harus mencakup semua pekerjaan rumah. Pilih dua atau tiga tindakan yang paling realistis dilakukan setiap malam agar tidak terasa membebani.

Dengan kebiasaan tersebut, penghuni bisa memulai hari berikutnya dengan area yang lebih tertata. Jika rumah digunakan bersama anggota keluarga lain, pembagian tugas sederhana juga dapat membantu menjaga kerapian tanpa bertumpu pada satu orang.

Mulai dari masalah yang paling terasa

Lima kebiasaan tersebut tidak harus diterapkan sekaligus. Jika rumah terasa pengap, periksa ventilasi dan sumber polusi terlebih dahulu. Jika ada bagian yang lembap, cari penyebabnya. Sementara itu, area yang berantakan bisa mulai dirapikan sedikit demi sedikit.

Perubahan kecil bukan pengganti perbaikan bangunan ketika terdapat kebocoran, kerusakan, atau masalah ventilasi yang serius. Namun, memeriksa kondisi rumah dan membangun rutinitas sederhana dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan ruang tinggal yang lebih nyaman.

Seperti dijelaskan WHO dalam panduan hunian sehat, kualitas rumah dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk ventilasi, kualitas udara, dan kelembapan. Karena itu, perhatian terhadap kebutuhan dasar rumah sama pentingnya dengan menjaga penampilannya. (*)

Pewarta: Zulfa Fatin
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - LIFESTYLE