SAPAJATIM
LIFESTYLE

Ketika Inovasi Mahasiswa ITS Berubah Jadi Bisnis, Kisah di Balik Vityuu Mouth Spray

sapajatim · 08 Oktober 2026 11:55 WIB
Ketika Inovasi Mahasiswa ITS Berubah Jadi Bisnis, Kisah di Balik Vityuu Mouth Spray
Ketiga mahasiswa ITS pengembang Vityuu Mouth Spray (dari kiri) Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum

Surabaya, sapajatim — Sebuah inovasi yang bermula dari gagasan mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kini berkembang menjadi produk yang diproduksi secara massal.

Produk tersebut adalah Vityuu Mouth Spray, yang dikembangkan tiga mahasiswa ITS dengan memanfaatkan bahan gymnemic acid untuk memengaruhi reseptor rasa manis pada lidah.

Vityuu dikembangkan oleh Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum dari Departemen Manajemen Bisnis ITS.

Dari Kampus ke Pengembangan Bisnis

Pengembangan Vityuu mendapat pembinaan dari Inkubator Layanan Bisnis ITS (ILBI) di bawah Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS.

Pembinaan tersebut mencakup hilirisasi hasil riset, pemasaran hingga upaya mencari investor.

Direktur DIKST ITS Dr Ir Endroyono DEA mengatakan ITS berupaya membangun ekosistem yang mendukung mahasiswa yang ingin mengembangkan usaha.

“Kami (ITS) konsisten memanfaatkan jejaring yang ada, seperti mitra industri ataupun kementerian guna mendampingi pengembangan usaha para mahasiswa,” kata Endroyono.

Memanfaatkan Gymnemic Acid

Vityuu menggunakan gymnemic acid yang berasal dari tanaman Gymnema sylvestre. Menurut Kevin Ananta Marga, bahan tersebut digunakan karena dapat memengaruhi reseptor rasa manis pada lidah.

Kevin yang menjabat sebagai Direktur Operasional Vityuu menjelaskan produk tersebut dirancang untuk bekerja pada tahap awal ketika seseorang merasakan rasa manis.

“Jadi produk kami ini bekerja tepat di titik pemicu paling awal dari siklus sugar craving dengan menutup reseptor manis pada lidah,” ujarnya.

Menurut Kevin, rasa manis yang diterima lidah berkaitan dengan respons kesenangan dan dorongan untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis. Karena itu, tim Vityuu mencoba mengintervensi bagian awal dari proses tersebut melalui reseptor rasa manis.

Disemprotkan Dua hingga Tiga Kali

Vityuu digunakan dengan cara disemprotkan langsung ke lidah sebanyak dua hingga tiga kali.

Menurut Kevin, rasa manis akan menjadi hambar selama sekitar 15 hingga 60 menit setelah pemakaian, sementara rasa asin, asam dan pedas tetap dapat dirasakan.

Kandungan gymnemic acid disebut hanya memengaruhi sensasi rasa manis pada lidah.

Kevin mengatakan pengembangan Vityuu juga diarahkan untuk membantu mengurangi keinginan mengonsumsi makanan dan minuman manis atau sugar craving.

“Sehingga untuk mengubah pola craving secara jangka panjang tetap perlu adanya penggunaan konsisten sebagai bagian dari kebiasaan,” lanjut Kevin.

Masuk Tahap Produksi Massal

Pengembangan Vityuu kemudian berlanjut dari produk inovasi mahasiswa menjadi produk komersial.

Produk tersebut kini diproduksi secara massal di bawah PT Visi Menyehatkan Nusantara.

Tim pengembang menyebut Vityuu telah mencatat omzet sekitar Rp1,4 miliar per bulan hingga Agustus 2026.

Produk tersebut dikembangkan sebagai bagian dari bisnis yang dibangun oleh ketiga mahasiswa ITS tersebut.

Dukungan dari ITS

Direktur DIKST ITS Endroyono mengatakan pembinaan mahasiswa yang tertarik membangun bisnis diberikan agar mereka memahami proses hilirisasi, hasil riset, pemasaran hingga mencari investor.

Menurutnya, ITS juga memanfaatkan jejaring dengan mitra industri dan kementerian untuk mendampingi pengembangan usaha mahasiswa.

Pengembangan Vityuu menjadi salah satu produk yang mendapat pendampingan melalui ekosistem pembinaan bisnis ITS.

Dari Inovasi Menjadi Produk

Vityuu kini tidak lagi berada pada tahap pengembangan produk di lingkungan kampus.

Produk tersebut telah diproduksi secara massal melalui PT Visi Menyehatkan Nusantara, dengan tim pengembang menyebut omzet sekitar Rp1,4 miliar per bulan hingga Agustus 2026.

Ketiga mahasiswa pengembangnya adalah Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga dan Naila Zanuba Mustikaningrum. (*)

Pewarta: Zulfa Fatin
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - LIFESTYLE