SAPAJATIM
LIFESTYLE

Angkutan Wisata Gratis Banyuwangi Punya 13 Rute, Begini Cara Jadwal Keberangkatannya

sapajatim · 09 Oktober 2026 16:42 WIB
Angkutan Wisata Gratis Banyuwangi Punya 13 Rute, Begini Cara Jadwal Keberangkatannya

ANGKUTAN wisata gratis Banyuwangi pernah disiapkan untuk melayani 13 rute menuju sejumlah destinasi wisata. Namun, 13 tujuan tersebut tidak berarti seluruh perjalanan otomatis berangkat pada waktu yang sama.

Dalam pengumuman Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada 17 Mei 2025, jadwal dan rute disebut menyesuaikan kuota pendaftar serta permintaan pemohon. Mekanisme itu membuat calon penumpang perlu melihat tujuan dan jadwal yang tersedia saat pendaftaran.

Yang perlu diperhatikan, informasi mengenai program ini memiliki status waktu yang berbeda. Portal Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP) Banyuwangi saat ini menampilkan layanan Angkutan Pariwisata Gratis sebagai “Survey Ditutup”, dengan periode pelayanan yang tercantum 3–5 Juli 2025. Karena itu, jadwal dalam pengumuman 2025 tidak dapat diperlakukan sebagai jadwal aktif tanpa konfirmasi terbaru.

13 rute dalam pengumuman 2025

Pengumuman Pemkab Banyuwangi pada Mei 2025 mencantumkan 13 tujuan angkutan wisata gratis.

Tujuan tersebut meliputi Pulau Bedil, Pantai Mustika, Pulau Merah, Doesoen Kakao, Pemandian Umbul Bening, City Tour Perkotaan Banyuwangi, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Wedi Ireng, Kawah Ijen, Hutan Djawatan, Grand Watudodol, Bangsring Underwater, dan Gumuk Kantong.

Daftar tersebut merupakan rute yang diumumkan pada 2025. Karena status operasional dapat berubah, daftar itu tidak otomatis menjadi daftar perjalanan yang tersedia pada setiap akhir pekan saat ini.

Jadwalnya tidak sepenuhnya tetap

Pada pengumuman 17 Mei 2025, Pemkab Banyuwangi menyebut layanan beroperasi setiap Sabtu dan Minggu.

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi saat itu menyebut armada berangkat dari area parkir Taman Sritanjung pada pukul 07.30. Khusus rute Kawah Ijen, keberangkatan disebut dilakukan malam hari mulai pukul 22.00 untuk menyesuaikan waktu pendakian.

Namun, dokumen pedoman teknis Dishub yang masih tersedia di situs resmi menggunakan rentang waktu keberangkatan, bukan satu jam tunggal. Pedoman tersebut merupakan dokumen teknis program dan tidak dengan sendirinya membuktikan jadwal tertentu sedang aktif.

Karena itu, untuk perjalanan aktual, calon penumpang sebaiknya mengikuti jadwal yang dibuka oleh penyelenggara pada periode layanan yang tersedia.

Kuota ikut menentukan rute

Cara kerja program ini berbeda dengan angkutan umum yang memiliki jadwal tetap untuk setiap trayek.

Dalam pengumuman Pemkab Banyuwangi, calon penumpang dapat memilih destinasi, tanggal, dan waktu keberangkatan ketika mendaftar. Setelah itu, jadwal dan rute disesuaikan dengan kuota pendaftar serta permintaan pemohon.

Artinya, 13 rute merupakan pilihan tujuan dalam program, bukan jaminan bahwa 13 perjalanan tersebut berjalan bersamaan pada satu akhir pekan.

Faktor jumlah pendaftar menjadi bagian dari mekanisme layanan. Karena itu, calon wisatawan perlu memastikan tujuan yang benar-benar tersedia sebelum menyusun perjalanan.

Pendaftaran melalui Smart Kampung

Dalam mekanisme yang diumumkan pada 2025, pendaftaran dilakukan melalui aplikasi Smart Kampung.

Calon penumpang masuk ke menu Dinas Perhubungan, memilih layanan Angkutan Wisata Gratis, kemudian menentukan destinasi, tanggal, dan waktu keberangkatan. Pengumuman tersebut juga menyebut pendaftaran dapat dilakukan secara individu maupun kelompok atau komunitas.

SIPP Banyuwangi mencantumkan prosedur yang lebih ringkas, yakni calon penumpang mendaftar melalui Smart Kampung, mengisi biodata, kemudian mengecek kelolosan kepesertaan. Persyaratan yang tercantum adalah data identitas diri berupa KTP atau KK.

Namun karena halaman SIPP tersebut menunjukkan periode pelayanan 2025 dan status surveinya sudah ditutup, mekanisme pendaftaran tersebut perlu dianggap sebagai mekanisme layanan yang tercatat, bukan jaminan bahwa pendaftaran sedang dibuka sekarang.

Ada tiga jenis armada

Dalam pengumuman Pemkab Banyuwangi, program ini menggunakan tiga armada, yakni satu bus besar dengan kapasitas 43 kursi, satu bus sedang berkapasitas 25 kursi, dan satu minibus dengan 14 kursi.

Jika dijumlahkan, ketiga armada tersebut memiliki kapasitas 82 kursi. Namun angka itu merupakan kapasitas armada yang disebut dalam pengumuman program, bukan berarti 82 kursi selalu tersedia untuk satu tujuan atau satu jadwal.

Penggunaan armada mengikuti perjalanan yang dijadwalkan dan kebutuhan layanan.

Gratis angkutannya, bukan seluruh perjalanan

Istilah angkutan wisata gratis juga perlu dipahami secara tepat.

Program tersebut memberikan layanan transportasi tanpa tarif kepada penumpang yang mendapatkan layanan. Namun biaya lain selama perjalanan, seperti tiket masuk destinasi atau konsumsi, tidak otomatis menjadi bagian dari fasilitas transportasi gratis.

Karena itu, calon wisatawan tetap perlu menyiapkan biaya perjalanan lain sesuai destinasi yang dipilih.

Bagaimana statusnya sekarang?

Ini bagian yang paling penting bagi calon penumpang.

SIPP Banyuwangi saat ini mencantumkan Pelayanan Angkutan Pariwisata Gratis sebagai layanan dengan status “Survey Ditutup”. Periode pelayanan yang tercatat pada halaman tersebut adalah 3–5 Juli 2025.

Di sisi lain, dokumen perencanaan kinerja Dishub Banyuwangi untuk 2026 masih mencantumkan indikator “Terlaksananya Pelayanan Angkutan Pariwisata” dengan target jumlah angkutan wisata yang melayani. Ini menunjukkan program angkutan pariwisata masih tercatat dalam perencanaan Dishub, tetapi bukan bukti bahwa 13 rute dalam pengumuman 2025 sedang beroperasi dengan jadwal yang sama.

Karena itu, wisatawan yang ingin menggunakan layanan ini sebaiknya tidak hanya mengandalkan daftar 13 rute atau jadwal dari pengumuman lama.

Cek terlebih dahulu periode layanan, tujuan yang dibuka, kuota, jadwal keberangkatan, dan mekanisme pendaftaran terbaru sebelum berangkat.

Dengan begitu, angka 13 rute dapat dipahami sebagaimana konteks awal programnya: sebagai daftar tujuan yang pernah disiapkan, sementara perjalanan yang benar-benar tersedia mengikuti periode layanan, kuota, dan jadwal yang ditetapkan penyelenggara.(*)

Pewarta: Zulfa Fatin
Editor: sapajatim

Tags

Komentar

Belum ada komentar.

Terkait

Terpopuler - LIFESTYLE