TRENGGALEK, sapajatim.com – Penghujung tahun 2025 dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk melakukan penataan birokrasi. Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin melantik dan mengambil sumpah 108 Pejabat Tinggi Pratama hingga Pejabat Administrator di lingkup Pemkab Trenggalek, Rabu (31/12/2025) sore menjelang perangkat.
Pelantikan yang digelar di Ruang Pringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru. Penataan ini menyusul perubahan pada delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), baik karena penggabungan, pemisahan, maupun perubahan nomenklatur.
Selain delapan OPD, penyesuaian juga dilakukan pada RSUD dr Soedomo Trenggalek yang resmi naik kelas dari tipe C menjadi tipe B. Kenaikan kelas rumah sakit daerah itu berdampak pada perubahan struktur organisasi, sehingga diperlukan pengisian dan penataan ulang jabatan.
Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan promosi jabatan. Hampir seluruh pejabat dilantik pada posisi yang sama, hanya menyesuaikan dengan struktur OPD yang baru.
“Tidak ada yang promosi. Hampir semua tetap di posisi yang sama. Kalaupun ada yang digeser, itu karena dinasnya digabung sehingga tidak mungkin ada dua sekretaris, maka salah satunya dioptimalkan di tempat lain,” katanya.
Beberapa pejabat yang dilantik di antaranya Agoes Setiyono yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kini menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Kemudian dr Ratna Sulistyowati dari Kepala Bappeda Litbang menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah.
Selanjutnya, Muyono Piranata dari Kepala Dinas PKPLH dilantik menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Djoko Susanto dari Kepala Dinas Peternakan menjadi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan. Suhartoko dari Kepala Bakeuda menjadi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, serta Heri Yulianto dari Kepala BKD menjadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Mas Ipin mengakui bahwa proses memilih pejabat di lingkungan birokrasi bukan perkara mudah. Menurutnya, semakin tinggi jabatan, semakin sedikit pilihan yang tersedia.
“Jabatan itu semakin lama semakin mengerucut seperti piramida. Saya bekerja dengan empat sampai lima kepala bidang, dan ketika ada kursi pimpinan kosong, saya harus memilih satu yang terbaik. Itu tidak gampang,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyesuaian struktur kerap dipersepsikan masyarakat sebagai proses birokrasi yang berbelit. Namun menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar roda pemerintahan tetap berjalan efektif sesuai regulasi.
“Biarkan yang sudah bekerja ini memperlihatkan kinerjanya. Nanti akan kita evaluasi. Beberapa bulan ke depan juga ada posisi kepala dinas yang kosong, bahkan posisi sekda,” imbuhnya.
Menutup sambutannya, Bupati Trenggalek menyampaikan apresiasi kepada seluruh pejabat yang telah membersamai jalannya pemerintahan. Ia mengajak seluruh jajaran untuk terus memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Terima kasih telah membersamai saya selama ini. Kalau kita masih diberi kesempatan, mari maju bareng-bareng, berlari lebih cepat, dan melayani lebih baik demi mencapai cita-cita dengan sebaik-baiknya dan setulus-tulusnya,” pungkas Mas Ipin.(Redaksi)












