Breaking News

Pengendara Tewas Tertimpa Ranting Pohon Mahoni di Gandusari

TRENGGALEK, sapajatim.com — Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertimpa ranting pohon mahoni di wilayah Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (24/1/2026) siang. Peristiwa nahas tersebut terjadi di pertigaan perbatasan Desa Sukorame–Ngadirejo, masuk Dusun Karangtengah RT 23 RW 11, Desa Sukorame.

Korban diketahui bernama Suhadi (58), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan. Saat kejadian, korban tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AG-5128-RED untuk menuju rumah saudaranya.

Kasi Humas Polres Trenggalek AKP Katik menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saat melintas dan berbelok ke arah selatan, korban tiba-tiba tertimpa ranting pohon mahoni yang berada di pinggir jalan.

“Korban tertimpa ranting pohon mahoni dengan ketinggian sekitar 15 meter. Ranting mengenai badan korban dan sepeda motornya, sehingga korban langsung tergeletak di bahu jalan,” ujar AKP Katik, Minggu (25/1/2026).

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke Puskesmas Karanganyar. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

“Petugas piket Polsek Gandusari mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP dan memeriksa korban di puskesmas. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban sudah tidak memiliki tanda-tanda vital,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan luar atau visum et repertum, lanjut AKP Katik, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana. Korban mengalami luka memar di bagian dahi akibat tertimpa ranting pohon.

“Kesimpulan sementara, korban meninggal dunia murni akibat tertimpa ranting pohon. Tidak ditemukan unsur kekerasan lain,” tegasnya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, antara lain potongan ranting pohon mahoni sepanjang sekitar tiga meter, satu unit sepeda motor korban, serta sebuah helm.

AKP Katik menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan otopsi.

“Keluarga menyatakan ikhlas dan tidak akan menuntut pihak manapun. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya dari pohon-pohon besar di pinggir jalan, terutama saat cuaca tidak menentu.(Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *