TRENGGALEK, sapajatim.com– Memasuki awal tahun 2026, Kabupaten Trenggalek langsung dihadapkan pada sejumlah kejadian bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek mencatat sedikitnya tiga kejadian bencana utama, mulai tanah longsor, banjir, hingga cuaca ekstrem yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Tercatat bencana tersebut terjadi sejak malam 1 Januari hingga 2 Januari 2026 akibat intensitas hujan tinggi yang disertai angin kencang di berbagai wilayah.
“Awal tahun ini kami mencatat beberapa kejadian bencana. Ada tanah longsor di tiga titik, banjir di satu titik, serta cuaca ekstrem di lima titik yang tersebar di beberapa kecamatan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, St. Triadi Atmono, Jumat (2/1/2025).
Sementara itu berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Trenggalek mencatat, kejadian pertama terjadi di Kecamatan Durenan berupa pohon tumbang di Jalan Nasional Durenan–Bandung, tepatnya di RT 06 RW 02 Dusun Krajan, Desa Ngadisuko. Pohon tumbang sempat mengganggu arus lalu lintas sebelum berhasil ditangani petugas.
Selain itu, bencana tanah longsor terjadi di tiga titik. Dua titik berada di Kecamatan Dongko, yakni longsor tebing di samping rumah milik Sunaryo di RT 11 RW 02 Dusun Krajan, Desa Watuagung, serta tembok rumah Darno di RT 12 RW 03 Dusun Gondang, Desa Siki, yang jebol akibat material longsoran.
“Akibat longsor tersebut, tercatat delapan rumah mengalami kerusakan ringan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” jelas Triadi.
Cuaca ekstrem juga melanda Kecamatan Panggul. Pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Raya Panggul, RT 08 RW 03 Dusun Wanocoyo Utara, Desa Wonocoyo. Selain itu, tiang listrik roboh disertai pohon tumbang di Jalan Nasional Trenggalek–Pacitan, Desa Besuki, yang sempat menghambat akses pengguna jalan.
Lanjut Triadi berdasarkan update per 2 Januari 2026, BPBD Trenggalek juga mencatat dampak angin kencang di Kecamatan Trenggalek. Sebanyak delapan rumah di RT 26 RW 08 Dusun Sukorejo, Desa Karangsoko, mengalami kerusakan akibat terjangan angin.
Di Kecamatan Watulimo, sejumlah kejadian turut dilaporkan. Pohon tumbang terjadi di Jalan Alternatif Prigi–Gemaharjo, RT 36 RW 07 Desa Prigi. Selain itu, banjir merendam pemukiman warga di RT 14 RW 05 Dusun Gading, RT 18 RW 06 Dusun Gandu, serta SDN 2 Karanggandu di RT 19 RW 06 Dusun Gandu, Desa Karanggandu. Tanah longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Gemaharjo.
Triadi menegaskan, seluruh kejadian telah ditangani secara bertahap oleh tim gabungan BPBD, TNI, Polri, PLN, serta pemerintah desa setempat.
BPBD Trenggalek memastikan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan di lapangan guna meminimalkan risiko bencana di awal tahun 2026.
“Kami menghimbau masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, banjir, dan pohon tumbang. Intensitas hujan masih cukup tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan,” pungkas mantan Kasatpol PPK Trenggalek ini. (Redaksi)












