TRENGGALEK, sapajatim.com – Sebanyak 169 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Trenggalek terancam gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Mayoritas dari mereka hingga kini belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) karena belum dinyatakan lolos istithaah atau kelayakan kesehatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah, menjelaskan bahwa dari total 169 CJH yang belum melunasi, sebanyak 162 orang belum lolos pemeriksaan kesehatan.
“Dari kuota 491 CJH Trenggalek, yang sudah dinyatakan istithaah baru 329 orang atau sekitar 66 persen. Dari jumlah itu, 322 CJH sudah melunasi BPIH, sementara tujuh orang belum,” ujar Subkan, Sabtu (3/1/2026).
Menurutnya, tujuh CJH yang sudah lolos istithaah tetapi belum melunasi BPIH masih memiliki peluang melalui pelunasan tahap kedua. Sementara bagi 162 CJH yang belum lolos istithaah, peluang keberangkatan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan lanjutan.
“Kebanyakan belum lolos karena faktor kesehatan. Kalau dalam masa pelunasan tahap kedua kondisinya membaik dan dinyatakan layak, mereka masih bisa melunasi,” jelasnya.
Pelunasan tahap pertama BPIH telah ditutup pada 23 Desember 2025. Adapun pelunasan tahap kedua dibuka mulai 2 Januari hingga 9 Januari 2026, khusus bagi CJH yang gagal sistem pada tahap pertama, termasuk karena belum lolos istithaah.
Subkan menegaskan, jika hingga batas akhir pelunasan tahap kedua CJH tetap tidak lolos istithaah, maka otomatis keberangkatan tahun ini batal.
“Kalau tetap tidak memenuhi syarat kesehatan, jemaah harus fokus pengobatan terlebih dahulu dan akan diprioritaskan untuk keberangkatan tahun berikutnya,” terangnya.
Selain itu, pelunasan tahap kedua juga dibuka bagi CJH penggabung dan pendamping. Tercatat ada 63 CJH pendamping yang telah lolos istithaah dan dijadwalkan melunasi BPIH pada tahap ini.
Subkan mengingatkan bahwa ketentuan istithaah kesehatan diberlakukan ketat oleh Kementerian Haji dan Umrah RI demi menjamin keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah haji.
“Kami berharap para CJH benar-benar memperhatikan kondisi kesehatan. Jangan memaksakan diri, karena keselamatan jemaah menjadi prioritas utama,” pungkasnya.(Redaksi)












